Jelang Idul Adha, Sejumlah Daerah Sidak Hewan Kurban

“Penyakit menular itu ada yang penyakit menular dari hewan ke hewan, atau dari hewan ke manusia. Yang berbahaya ini adalah yang dari hewan ke manusia, contohnya penyakit antraks."

Kamis, 16 Agus 2018 11:48 WIB

Dinas Pertanian Banyuwangi, Jawa Timur, melakukan sidak terhadap sejumlah penjual hewan kurban untuk antisipasi penyakit, Kamis, (16/08). (Foto: Hermawan Arifianto)

KBR, Balikpapan- Menjelang Idul Adha, Polda Kalimantan Timur bersama Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah penjual, untuk mememeriksa hewan kurban yang dijual, Kamis, (16/08). Direktur Reskrimsus Polda Kalimantan Timur Yustan Alpiani mengatakan, pemeriksanaan tidak hanya pada fisik hewan yang akan dijual, tapi juga pada kandang hewan kurban.

Kata dia, setelah dinyatakan laik jual,   hewan kurban akan ditempel label layak konsumsi.

“Seluruh tempat penjualan sapi yang ada di Kota Balikpapan, sudah didatangi mereka (Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan maupun petugas dari Polda) sampai nanti H-1 Idul Adha. Kemudian setelah dicek dan dinyatakan sehat, maka dikasih label,” kata Yustan.

Antisipasi Penyakit Antraks

Sidak terhadap penjual hewan kurban juga dilakukan oleh Dinas Pertanian Banyuwangi, Jawa Timur. Sidak dilakukan untuk mengantisipasi berbagai penyakit dari hewan ternak, terutama penyakit antraks.

Petugas Kesehatan Hewan dari Dinas Pertanian Banyuwangi Aguslan menegaskan hewan kurban harus bebas dari penyakit sebelum dikonsumsi. Kata dia, penjual hewan kurban harus melakukan karantina terhadap ternaknya yang terkena penyakit, dan tidak boleh menjualnya.

“Penyakit menular itu ada yang penyakit menular dari hewan ke hewan, atau dari hewan ke manusia. Yang berbahaya ini adalah yang dari hewan ke manusia, contohnya penyakit antraks. Kita harus waspadai dan mengawasi agar hewan-hewan yang akan dipakai kurban itu tidak menderita penyakit,” kata Aguslan, di Banyuwangi.

Selain itu, Dinas Pertanian Banyuwangi juga memastikan hewan kurban yang dijual sudah cukup umur. Hewan kurban yang belum cukup umur langsung diberi tanda, agar pembeli bisa membedakan hewan yang sudah cukup umur dan belum. 

Editor: Adia Puja Pradana

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.