Selebaran Ancaman ISIS Tertempel di Pos Polisi Bandung

Selebaran itu muncul sehari setelah Polda Jawa Barat dan Densus Antiteror menangkap sejumlah orang terduga teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Bandung.

Rabu, 16 Agus 2017 13:59 WIB

Selebaran ISIS ditemukan di pos polisi Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/8/2017). (Foto: Istimewa)

KBR, Jakarta - Petugas polisi menemukan selebaran yang diduga dari simpatisan kelompok teroris ISIS tertempel di Pos Polisi Gatur, Jalan Surapati, Bandung, Jawa Barat.

Juru Bicara Polrestabes Bandung, Reny Martaliana membenarkan adanya selebaran ancaman tersebut. Saat ini Polrestabes Bandung sedang menyelidiki orang yang menempatkan selebaran tersebut.

"Memang ada laporan dari Polsek ke Pak Kapolres, bahaw itu ada selebaran. Sekarang kita selidiki dulu dari mana sumbernya dan siapa pelakukan. Selebaran itu nempel di Pos Polisi. Tapi kita lidik dulu karena kita tidak tahu siapa yang nempel. Kita tunggu laporan lengkapnya," kata Reny Martaliana kepada KBR, Rabu (16/8/2017).

Selebaran itu muncul sehari setelah Polda Jawa Barat dan Detasemen Khusus Antiteror Mabes Polri menangkap sejumlah orang terduga teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang berafiliasi dengan kelompok teroris ISIS Bahrun Naim.

Baca juga:


Juru bicara Polrestabes Bandung Reny Martaliana mengatakan polisi akan memeriksa rekaman kamera pengawas CCTV di sekitar kejadian, untuk mencari pelaku penyebar selebaran ancaman ISIS itu.

Petugas polisi menemukan selebaran itu pada Rabu (16/8/2017) pagi sekitar pukul 06.10 WIB. Selebaran tulisan tangan itu mengutip tulisan "Baqiyah wa Tatamadad" (Tetap Eksis dan Ekspansif) yang merupakan pedoman gerakan dari kelompok teroris ISIS.

Di selebaran itu tertulis nada ancaman sebagai berikut:

"Baqiyah wan Tatamadad

Segala puji hanya bagi Allah Rabbul alamin. Shalawat serta salam tercurah pada Rasulullah nan mulia yang diutus dengan pedang rahmat bagi seluruh alam.

Wahai Thogut!
Demi Allah kami akan tetap teguh pada pendirian kami yakni ingkar pada kalian dan iman pada allah.

Bagi kami tidak jadi soal kami menang atau kalah. Bila menang kami akan tegakkan syariat Allah bila kami kalah kami kalah dalam membela syariat Allah.

Kami tidak ridho syariat Allah dicampakkan
Kami tidak akan berdiam diri melihat kalian berlaku dzalim pada para mujahidin.

Na'am! Tunggulah kami akan bergerak!
Cukuplah Allah Penolong bagi kami.
Walhamdulilahi Rabbil  Alamin."


Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Bamus Tunda Penggantian Setnov

  • Hoaks 8 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Resahkan Warga Bengkulu
  • Salah Sasaran, Puluhan Ribu Penerima PKH Dihapus
  • Koresponden Asia Calling di Pakistan Terima AGAHI Award

PLN menggenjot pemerataan pasokan listrik dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur