Dapat Laporan, BBKSDA Sumut Sita Elang Brontok

Pemilik menyerahkan elang brontok setelah diberi penjelasan petugas BBKSDA

Rabu, 09 Agus 2017 20:27 WIB

Elang brontok yang diserahkan pemiliknya kepada BBKSDA Sumatera Utara, Rabu (9/8)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Medan- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut) menyita seekor elang brontok (Nisaetus Cirrhatus) yang dipelihara warga di Tanjung Anom. Staf Seksi Perencanaan Perlindungan dan Pengawetan BBKSDA Sumut, M. Ali Iqbal mengatakan, pihaknya langsung menuju lokasi setelah mendapat laporan dari warga.

"Saat petugas sudah tiba di lokasi, langsung berjumpa dengan pemiliknya. Kami tanya ternyata elang tersebut peliharaan orang tuanya," katanya di kantor BBKSDA Sumut, Rabu (9/8).

Iqbal menceritakan si pemilik menyerahkan elang setelah mendapat penjelasan dari petugas. "Saat elang tersebut diserahkan kepada pemiliknya ke petugas. Petugas langsung memberi penjelasan secara edukatif terkait UU nomor 5 tahun 1990 bahwa elang itu termasuk jenis hewan yang dilindungi tidak boleh dipelihara secara pribadi. Setelah diberi penjelasan tersebut akhirnya pemiliknya menyerahkan elang itu secara suka rela ke BBKSDA," katanya.

Ditanyai jenis kelamin dan umur elang tersebut, Iqbal mengungkapkan pihak BBKSDA masih memeriksa keadaan elang tersebut. "Kalau untuk umur dan jenis kelaminnya belum kita ketahui. Karena ini langsung di bawa ke PPS Sibolangit untuk diperiksa lebih lanjut. Namun, dari keterangan pemiliknya sudah ada 4-5 tahun," ungkapnya.

Iqbal juga menambahkan bahwa kondisi elang tersebut dalam keadaan sehat. "Kondisi elang sehat. Tapi dari kecil elang ini tidak bisa terbang jadi kemungkinan kita akan latih terbang karena dia selalu berada di kandang," tambahnya.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing