BKSDA Aceh Temukan Orang Utan Tersesat di Kebun Sawit

Si Black sudah dilepasliarkan kembali setelah dinyatakan sehat

Jumat, 11 Agus 2017 20:17 WIB

Petugas BKSDA menyelamatkan Black, orang utan berusia 20an tahun yang tersesat di perkebunan sawit. Black sudah dilepasliarkan kembali. (Foto: BKSDA Aceh)

KBR, Lhokseumawe- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyelamatkan orang utan (pongo abelii) yang tersesat di perkebunan warga di kawasan Krueng Hitam, Desa Cok Seumantok, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, orang utan yang diselamatkan itu berjenis kelamin jantan dan berusia sekitar 20 tahun. Kata dia, hasil analisis BKSDA menyebut orang utan itu tersesat di kebun sawit saat mencari makanan.

"Setelah Kita ketahui posisinya, ditembak bius kemudian begitu terjatuh ditahan dengan jaring dan langsung dicek kesehatannya baik-baik saja langsung dievakuasi ke Jantho. Kita namakan si Black karena berasal dari Krueng Hitam di Babahrot, biar gampang untuk mengingatnya," kata Sapto Aji kepada KBR, Jumat (11/8).

Proses evakuasi si Black sesuai daerah asal ditemukannya di Krueng Hitam atau Sungai Hitam itu dari Abdya ke Cagar Alam Aceh Besar berlangsung selama 1 hari. Sejumlah dokter dan ahli hewan dilibatkan untuk menjamin tiba di tempat tujuannya.

Tim Resort Konservasi Wilayah 8 Tapaktuan juga melibatkan Lembaga pegiat satwa untuk evakuasi orang utan, seperti Sumatran Orangutan Consevation Project (SOCP) dan Yayasan Ekosistem Lestari (YEL).

Berdasarkan data tercatat sudah 100 ekor orang utan yang dilepasliarkan di Jantho, Aceh Besar. Bahkan, ada beberapa diantaranya yang masih menjalani rehabilitasi di Batu Mbelin, Sibolangit, Provinsi Sumatera Utara.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.