Bersihkan Lahan Bandara Kulon Progo, LBH Yogya Somasi Angkasa Pura I

"Proses saat ini Angkasa Pura lakukan prakonstruksi. Menurut kami proses AP tidak sesuai prosedur dan hukum yang berlaku,"

Rabu, 30 Agus 2017 12:10 WIB

Ilustrasi (foto: KBR/Eka J.)

KBR, Yogyakarta- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta mengirimkan somasi terbuka kepada PT Angkasa Pura I terkait proses pembersihan lahan (land clearing) di lokasi pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo. Somasi terbuka juga dialamatkan ke pemerintah pusat, Pemda DIY dan Pemkab Kulonprogo.

Dalam somasinya, LBH Yogyakarta meminta  yang terlibat dalam pembangunan bandara Kulonprogo menghentikan proses pembersihan lahan di lokasi pembangunan NYIA. Direktur LBH Yogyakarta Hamzal Wahyudin beralasan menyalahi aturan hukum.

"Saat ini Angkasa Pura sedang melakukan pembersihan di lahan bandara dengan menggunakan alat berat. Artinya proses saat ini Angkasa Pura lakukan prakonstruksi. Menurut kami proses AP tidak sesuai prosedur dan hukum yang berlaku," kata Hamzal di kantor LBH Yogyakarta, Rabu (30/08/2017).

Menurut Hamzal, proses penyusunan dokumen amdal tidak dilakukan pada tahapan semestinya yaitu tahapan perencanaan. Sehingga prakonstruksi tidak dapat dilakukan sebelum ada dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan izin lingkungan.

"Belum ada proses dokumen Amdal dan izin lingkungan sehingga proses lebih lanjut belum bisa dilakukan. Pembersihan lahan ini bagian dari proses konstruksi yg belum bisa dilakukan sebelum izin lingkungan terbit," lanjutnya.

Selain menyoroti ketiadaan dokumen Amdal dan izin lingkungan, LBH Yogyakarta juga mencermati lokasi calon bandara Kulonprogo yang rawan bencana tsunami.

Proses pembersihan lahan dengan menggunakan alat berat telah menjangkau lahan seluas 30 hektare. Bandara NYIA ditargetkan beroperasi pada 2019 itu.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.