'Selundupkan' 3 Orang Kuliah di FK UNS, Calo Raup Untung Ratusan Juta

Iwan memalsukan berbagai dokumen, mulai dari surat keterangan bahwa ketiga korban diterima di Fakultas Kedokteran UNS, Kartu Rencana Studi (KRS) lengkap dengan Nomor Induk Mahasiswa.

Senin, 07 Agus 2017 22:27 WIB

Puntu gerbang kampus UNS Surakarta. (Foto: KBR/Yudha Satriawan)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Solo - Kepolisian Resort Kota Solo Jawa Tengah menahan dua orang yang diduga sebagai pelaku percaloan dan pemalsuan untuk menyelundupkan orang untuk kuliah di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Salah seorang tersangka, Iwan Saputra, mengaku berhasil membantu tiga orang untuk kuliah di Fakultas Kedokteran UNS sejak 2016 lalu. Dari 'percaloan' itu, Iwan bersama tiga orang rekannya meraup uang Rp400 juta.

"Saya tidak mengaku sebagai dosen UNS. Saya hanya bisa menjanjikan tiga orang yang saya bantu itu bisa kuliah di UNS. Saya tidak ingin mereka kehilangan kesempatan sebagai mahasiswa di UNS," kata Iwan di Solo, Senin (7/8/2017).

Iwan mengaku mendapat uang masing-masing Rp170 juta, Rp150 juta dan Rp125 juta dari tiga korbannya. Menurut Iwan, tiga orang korbannya itu lolos sampai bisa ikut Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) di FK UNS. Bahkan Iwan juga membuatkan Kartu Rencana Studi (KRS) bagi tiga korbannya.

"Saya bantu KRS mereka, saya cari dari website UNS, lalu saya cetak dan berikan ke mereka masing-masing sesuai data pribadi, nama, Nomor Induk Mahasiswa, dan sebagainya. Ternyata KRS-nya bisa lolos. Ada tanda tangan dosen pembimbing dan stempel kampus. Semua dokumen saya cari di website UNS, saya cari dengan teliti," kata Iwan.

Iwan memalsukan berbagai dokumen, mulai dari surat keterangan bahwa ketiga korban diterima di Fakultas Kedokteran UNS, Kartu Rencana Studi (KRS) lengkap dengan Nomor Induk Mahasiswa. Format KRS-nya mirip dengan format yang dipakai di kampus ini itu, termasuk stempel UNS, dan lain-lain.

Dalam beroperasi, Iwan dibantu seorang temannya bernama Arif Munandar untuk memalsukan semua dokumen kebutuhan ketiga korbannya.

Kedua tersangka percaloan di Fakultas Kedokteran UNS tersebut kini mendekam di tahanan Polresta Solo.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Pemerintah Kaji Rencana Impor Garam Industri untuk 2018

  • Terancam Pelebaran Jalan, Makam Ragasemangsang Diusulkan Jadi Cagar Budaya
  • Ozil Segera Perpanjang Kontrak?
  • Paus Resmikan Pernikahan Pasangan di Atas Pesawat

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.