Petani memanen jagung di salah satu lahan pertanian di Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (1/8). ANTARA FOTO

KBR, Mataram - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan dijadikan daerah lumbung jagung nasional, tahun depan. Ini karena produksi jagung di wilayah tersebut cukup besar dan diekspor.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat melakukan panen raya di Desa Keru Kabupaten Lombok Barat, Jumat (19/8/2016) mengatakan, untuk mencapai target itu, ia meminta Pemprov NTB menambah luas areal tanaman jagung menjadi 400 ribu hektar pada 2017 mendatang. Itu artinya meningkat hampir tiga kali lipat dari luas areal tanam saat ini yang mencapai 174 ribu hektar per tahun.

Kata Amran, produksi jagung NTB berperan menjaga stabilitas kebutuhan nasional. Hal itu terlihat dari turunnya jumlah jagung impor nasional yang mencapai 60 persen hingga Agustus ini.

“Hari ini kita bahagia, hari ini harga jagung membaik, kesejahteraan petani membaik, impor kita turun sampai hari 60 persen. Tahun depan kita bertekad, tahun depan kita rancang NTB sebagai lumbung jagung. Per tahun, jagung ditanam 174 ribu hektar per tahun. Bisa tidak itu 400 ribu hektar tahun depan. Gratis benih jagungnya, pupuknya", kata Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, Jumat (19/8/2016).

Mentan  juga memastikan, harga jagung tidak akan kembali anjlok seperti tahun sebelumnya. Pasalnya, pemerintah sudah bertekad untuk mengurangi impor jagung sehingga harga jagung di dalam negeri tetap terjaga.

“Kemarin itu kita tahan jagung impor di pelabuhan satu ton, kita tidak kasih disebar dan kita kembalikan ke negaranya", ujarnya.




Editor: Quinawaty
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!