Ilustrasi kapal tenggelam. (Foto: Antara)



KBR, Cilacap - Gelombang tinggi dan cuaca buruk di Samudera Hindia periode Juli dan Agustus menyebabkan lima kapal nelayan di Cilacap, Jawa Tengah tenggelam. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap, Sarjo mengatakan dari lima kapal tenggelam tersebut, 11 Anak Buah Kapal (ABK) dinyatakan hilang. Sedangkan sembilan nelayan lain, bisa diselamatkan.

Lima kapal tersebut tenggelam dalam dua hari, antara 26 - 27 Juli lalu.

"Seharusnya semua kapal ada pelampungnya. Tetapi nelayan kalau disuruh pakai pelampung bilangnya ribet. (Waktunya hampir bersamaan?) Ya dalam sehari dua hari, hampir bersamaan. Kalau Kapal Pisang VI itu terakhir," kata Sarjo di Cilacap, Selasa (16/8/2016).

Itu sebab, ia pun mengimbau seluruh awak kapal yang melaut untuk memakai pelampung sebagai antisipasi kemungkinan cuaca buruk dan kecelakaan.

Baca juga:

Ketua HNSI Cilacap, Sarjo menjelaskan, HNSI sudah mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh nelayan dan mengimbau agar mereka tak melaut. Kata dia, hanya kapal dengan ukuran lebih dari 20 gross ton (GT) yang relatif aman untuk melaut. Itu pun harus mewaspadai kemungkinan tiupan angin kencang hingga 30 knot.




Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!