maplandia



KBR, Kupang- Tokoh adat Amfoang dan beberapa daerah lainnya di Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur mengusulkan agar penyelesaian masalah batas negara di Naktuka, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, diselesaikan secara adat.

Ayub Titu Eki, salah satu tokoh adat di Kabupaten Kupang mengatakan, bila masalah Naktuka diselesaikan secara adat, warga Oecusse Timor Leste juga akan mengakui Naktuka wilayah Indonesia.  Dengan begitu kata Ayub,  60-an kepala keluarga yang sekarang menempati Naktuka akan meninggalkan tempat itu. 

“Sebagai tokoh adat, saya menyesal, sebenarnya kalau negara mendelegasi kewenangan itu kepada kita selesaikan secara adat, cepat sekali. Karena apa, hukumnya tinggal sumpah saja di situ, dorang (mereka) bangun lari. Pemerintah pusat seperti terlalu ya, kadang omonnya itu, kalau itu untuk tentara, sejengkal tanah pun tidak boleh dibiarkan. tetapi ini saya lihat lengah," kata Ayub Titu Eki di Kupang, Selasa (30/8/2016).

Ayub Titu Eki menambahkan, selama ini pemerintah pusat tidak pernah melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat adat dalam menyelesaikan masalah batas negara. Dia khawatir, Naktuka dan sebagian besar wilayah Kabupaten Kupang, akan menjadi wilayah Timor Leste.

Ayub Titu Eki yang juga Bupati Kupang menambahkan hingga kini pihaknya melarang warga Amfoang menyerang atau mengusir 60-an  kepala keluarga warga Timor Leste di Naktuka. 

“Jika warga mengusir 60-an keluarga, akan mencoreng nama Indonesia dimata internasional.”

Dia mendesak pemerintah pusat secepatnya merespon persoalan batas negara dengan Timor Leste. Kata dia, warga Amfoang merasa sakit hati jika konflik tanah adat itu dibiarkan begitu saja.  

Naktuka merupakan wilayah demarkasi antara Indonesia dan Timor Leste. Kawasan seluas 1.690 hektare itu saat ini dikuasai warga Timor Leste asal Oecusse untuk berkebun dan membangun pemukiman.  Naktuka sebelumnya masuk wilayah Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang. Namun warga Oecusse sudah menggarap wilayah itu sejak Naktuka menjadi wiayah Amfoang Timur. Sejak Timor Leste merdeka, wilayah Naktuka menjadi zona bebas, tetapi warga Timor Leste tetap menggarap wilayah itu dan membangun pemukiman.

Editor: Malika 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!