Banjir Lumpur Tumpang Pitu, Ratusan Hektar Tanaman Jagung Gagal Panen

PT Bumi Suksesindo (BSI) diminta bertanggung jawab sebab banjir lumpur diduga terjadi akibat dampak pembangunan area penambangan emas di Gunung Tumpang pitu.

Selasa, 16 Agus 2016 13:00 WIB

Banjir lumpur di kawasan wisata Pulau Merah Banyuwangi Jawa Timur. Foto: KBR/Hermawan

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Banyuwangi- Banjir lumpur yang melanda kawasan di sekitar Gunung Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi, Jawa Timur, mengakibatkan 300 hektare tanaman jagung milik warga gagal panen.

Menurut salah satu warga Desa Sumberagung, Yogi, ratusan hektar tanaman jagung telah memasuki masa panen. Rendaman lumpur membuat tanaman menjadi layu dan membusuk.

Kata Yogi, petani di sekitar kawasan Gunung Tumpang Pitu mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat seluruh tanaman jagung tidak bisa dipanen.

Yogi meminta, PT Bumi Suksesindo (BSI) bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Dia menduga banjir lumpur yang terjadi merupakan dampak pembangunan area penambangan emas di Gunung Tumpang pitu. Menurut dia, sebelum ada penambangaan emas , daerahnya tidak pernah mengalami banjir lumpur.

“Banjir lumpur ini memang berasal dari Gunung Tumpang Pitu yang dilakukan penebangan ataupun pembangunan tambang PT BSI yang ada di Pulau Merah. Karena hutanya gundul besar, sebgian dikeruk sama bego akhirnya terjadi hujan lebat ya banjir. Tahun ini masyarakat Desa Sumberagung khusunya Pulau Merah ini gagal panen dikarenakan banjir,”kata Yogi (16/8/2016)

Yogi menambahkan, selain membuat ratusan hektar lahan pertanian warga gagal panen, 500 kubik lumpur yang mengalir ke laut juga menurunkan tangkapan ikan di sekitar pesisir Pulau Merah. Destinasi wisata Pulau Merah itu saat ini sepi pengunjung.

Menurut Yogi, masyarakat khawatir, jika penambangan emas di Gunung Tumpang Pitu beroperasi ancaman bencana akan lebih besar. Dengan sistem penambangan terbuka, kata dia hutan di Gunung Tumpang Pitu akan menjadi guntul dan resapan air menjadi berkurang.

Sebelumnya, hujan mengguyur Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi Jawa Timur sejak Senin (15/8/2016) kemarin. Akibatnya sejumlah wilayah di daerah itu terendam banjir. Kondisi paling parah dampak dari hujan itu terjadi pada lokasi wisata pantai Pulau Merah di Desa Sumber Agung, Pesanggaran.

Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharram, banjir lumpur itu terjadi akibat sungai Kapak di kawasan Gunung Tumpang Pitu Meluap. Air dari sungai Kapak menggerus bukit di kawasan Gunung Tumpang Pitu.

Editor: Malika 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.