22 Napi Warga Asing di Lapas Kerobokan Dapat Remisi

Sebanyak 22 narapidana Warga Negara Asing di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan mendapat remisi HUT RI ke-71. Napi yang mendapat remisi itu di antaranya dari kasus narkoba dan tindak kriminalitas.

Selasa, 16 Agus 2016 13:02 WIB

Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Perwakilan Bali, Sulistiono. Foto: Yulius Martoni/KBR

KBR, Bali - Sebanyak 22 narapidana Warga Negara Asing di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan mendapat remisi HUT RI ke-71. Napi yang mendapat remisi itu di antaranya dari kasus narkoba dan tindak kriminalitas.

Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Perwakilan Bali, Sulistiono mengatakan, remisi yang didapatkan dari satu sampai enam bulan. Kata dia, 22 napi tersebut memperoleh pengurangan hukuman tersebut sebelumnya telah dibina.

"69 orang se-Bali perinciannya yang mendapatkan remisi 22 orang jumlah saja USA 2 orang, Australia 4, Belanda 2, Inggris 1, Jerman 1, Italia 1, Rusia 1, Nigeria 1, Thailand 2, Malaysia 2, Filipina 3", ujar Sulistiono, Selasa (16/8/2016).

Sementara itu untuk seluruh Bali dari 2.116 narapidana, yang mendapat remisi sebanyak 902 orang. Mereka di antaranya dari lapas Kerobokan sebanyak 434 orang.

Sedangkan napi yang akan akan bebas langsung besok sebanyak 37 orang. Remisi akan diserahkan kepada nara pidana di lapas masing- masing besok.


Baca juga:

Tolak Remisi Koruptor, KPK Sambangi Kemenhukham
Remisi Koruptor, Yasonna Bersikukuh Revisi PP
DPR Minta Kemenkumham Kaji Rencana Revisi PP Pengetatan Remisi



Editor: Quinawaty 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi