Nelayan Pulau Pari Belum Terima Berkas Dakwaan

Kuasa hukum para nelayan, Tigor Hutapea curiga ada upaya menghambat proses pembelaan.

Minggu, 04 Jun 2017 15:44 WIB

Warga Pulau Pari saat aksi di depan Kantor Ombudsman di Jakarta. Foto: Ade Irmansyah

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Tiga nelayan yang menjadi tersangka kasus pungutan liar di Pantai Perawan, Kepulauan Seribu belum menerima berkas dakwaan menjelang sidang dakwaan, besok (4/6).  Kuasa hukum para nelayan, Tigor Hutapea memprotes sikap Jaksa Penuntut Umum yang menurutnya tak profesional. Ia curiga ada upaya menghambat proses pembelaan.

"Dalam peraturan disebutkan tiga hari sebelum sidang, kuasa hukum sudah dapat berkas dari perkara. Dia tidak melakukan kewajibannya," ujar Tigor kepada KBR, Minggu(4/6).

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan JPU akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin(5/6). Menurut Tigor pihaknya sudah berupaya menagih berkas perkara kepada jaksa. Ia sudah mengirimkan surat permintaan secara resmi dan menghubungi jaksa via telepon. Namun sampai hari Minggu(4/6) JPU tidak merespons.

"Klien kami seperti ayam tanpa kepala. Dibawa ke persidangan tanpa pernah dapat berkasnya."

Atas sikap jaksa ini, Tigor akan melayangkan protes pada majelis hakim. Mereka juga berencana melaporkan jaksa ke Komisi Pengawas Kejaksaan.

Pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana(KUHAP) pasal 142 disebutkan bahwa turunan surat pelimpahan perkara dan surat dakwaan harus disampaikan kepada tersangka atau kuasa hukumnya begitu surat pelimpahan perkara dikirimkan ke pengadilan negeri.

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Selama ini kita sering mendengar berita mengenai orang yang meninggal akibat penyakit diabetes, sehingga menjadikan diabetes sebagai salah satu penyakit yang ditakuti.