Puluhan Ribu Nama Hilang dari DPT, Ini Rekomendasi Bawaslu Banyuwangi

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menemukan 25 ribu nama hilang dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan KPU setempat pada Pilkada serentak 2018.

Kamis, 03 Mei 2018 19:09 WIB

Ilustrasi: Petugas KPU membantu warga memeriksa status dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) secara online. (Foto: ANTARA/ Maulana)

KBR, Banyuwangi - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menemukan 25 ribu nama hilang dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan KPU setempat pada Pilkada serentak 2018.

Anggota Bawaslu Banyuwangi Ahasan Mustofa menduga, hilangnya puluhan ribu nama pemilih itu akibat kesalahan pada Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih). Yakni saat proses pemutakhiran data melalui sistem yang dimiliki KPU. Ia menambahkan, sebab lain hilangnya nama pemilih lantaran ada kesalahan cetak DPT oleh rekanan yang ditunjuk KPU.

Karena itu, Bawaslu pun bakal merekomendasikan perbaikan data ke petugas KPU di tingkat desa dan kecamatan.

"Ini teman-teman masih mau merekomendasikan ke PPK dan PPS agar nama- nama itu bisa masuk dan bisa menggunakan hak pilihnya. Di DPS ada, ada yang di DPSHP (daftar pemilih sementara hasil perbaikan), ada juga yang tidak. Karena begitu di DPSHB itu kan masuk dalam program Sidalih, sistemnya KPU. Di sistem itu yang banyak masalah," terang Ahsan Mustofa di Banyuwangi, Kamis (3/5/2018).

Ahasan menjabarkan, raibnya nama-nama pemilih itu terjadi merata di seluruh kecamatan di Banyuwangi. Kata dia, rata-rata setiap kecamatan kehilangan sekitar 1.000 orang pemilih. Bahkan ada sebuah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Banyuwangi Kota yang kehilangan seluruh nama pemilihnya.

Baca juga:

Sebelumnya  nama-nama pemilih yang hilang dari DPT itu ada dalam Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). Akan tetapi ketika ditetapkan sebagai DPT, daftar nama pemilih menghilang.

Bawaslu merekomendasikan agar KPU Banyuwangi segera memperbaiki DPT yang masih amburadul tersebut. Sebab jika tidak, maka puluhan ribu pemilih di Banyuwangi terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya saat pemungutan suara Pilkada serentak 2018. KPU masih memiliki waktu seminggu untuk memperbaiki DPT Pilkada 2018.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".