Erupsi Merapi, Pengungsi Mulai Kembali

"Sebagian warga telah kembali ke wilayah masing masing. Sekitar 190 warga di pengungsian Purwobinangun."

Jumat, 11 Mei 2018 13:56 WIB

Erupsi gunung Merapi, Jumat (11/05). (Sumber: BNPB)

KBR, Yogyakarta- Sejumlah pengungsi di radius aman 5 km dari Gunung Merapi mulai kembali ke rumah masing-masing pasca letusan freatik gunung tersebut, Jumat (11/05/2018).  Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana mengatakan, radius aman telah diturunkan menjadi 2 km dari puncak Merapi.

"Pengungsi waktu pertama kali erupsi radius 5 km, mengungsi di beberapa titik pengungsian. Setelah reda diturunkan 2 km. Sebagian warga telah kembali ke wilayah masing masing. Sekitar 190 warga di pengungsian Purwobinangun. Sebagian masih di sana," kata Biwara.

Sejauh ini BPBD DIY menyatakan tidak ada korban dalam letusan freatik Gunung Merapi. Baik warga maupun pendaki yang berada di sekitar Pasar Bubrah dinyatakan selamat.

"Tidak ada korban. Beberapa pendaki berada di Pasar Bubrah," ujarnya.

Biwara mengatakan, dampak letusan freatik mengakibatkan hujan abu di sebagian besar wilayah DIY. Abu yang tersembur dari gunung Merapi terbawa angin ke arah selatan dan barat. Warga diminta memakai masker dan beraktivitas di dalam rumah. BPBD DIY memastikan masyarakat bisa memperoleh masker di seluruh puskesmas.

"Sekarang dampak abu yang terbawa oleh angin. Yang kami harapkan masyarakat lihat secara fisik atau visual. Antisipasi dengan masker dan jika tidak diperlukan sebaiknya beraktivitas di dalam rumah," lanjutnya.

Gunung Merapi mengalami letusan freatik pada Jum'at (11/05/2018) pada pukul 7.40 WIB. Letusan disertai kegempaan sekitar 5 menit menyemburkan abu vulkanik dengan ketinggian kolom sekitar 5500 m.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob

  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri perlakuan diskriminatif / ujaran kebencian di ruang pendidikan, tempat kerja, lembaga pemerintahan, dan ruang publik lainnya tapi tidak tahu lapor kemana?