Jenazah Lansia Korban Banjir Magelang Ditemukan 3 KM dari Rumah

Operasi pencarian Masinem (80 tahun) melibatkan 500 personil tim SAR gabungan, dua alat berat (eskavator), serta anjing pelacak milik Polda Jawa Tengah.

Selasa, 02 Mei 2017 17:07 WIB

Polda Jawa Tengah mengerahkan anjing pelacak untuk mencari korban banjir bandang di Kecamatan Grabang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (1/5/2017). (Foto: ANTARA)


KBR, Semarang - Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah Masinem (80 tahun), korban terakhir banjir bandang dan longsor di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kepala Badan SAR Nasional Provinsi Jawa Tengah Agus Haryono mengatakan jasad Masinem ditemukan sekitar tiga kilometer dari rumahnya, di aliran sungai yang menuju ke hilir.

"Tadi ditemukan korban terakhir, Mbah Masinem, usia 80 tahun, perempuan. Dia ditemukan sekitar pukul 9.15 WIB dalam keadaan meninggal," kata Agus saat dihubungi KBR, Selasa (2/5/2017).

Agus menambahkan operasi pencarian Masinem melibatkan 500 personil tim SAR gabungan, dua alat berat (eskavator), serta anjing pelacak milik Polda Jawa Tengah.

Masinem merupakan korban terakhir yang ditemukan Basarnas Jawa Tengah dalam operasi pencarian korban bencana banjir bandang di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Dengan ditemukannya jenazah Masinem, operasi penanganan banjir di Kabupaten Magelang dinyatakan ditutup.

Basarnas Jawa Tengah mencatat jumlah korban meninggal akibat banjir di Kabupaten Magelang saat ini menjadi 13 orang, 12 orang ditemukan meninggal di lokasi banjir dan satu orang meninggal dalam perawatan di RSUD Tidar Magelang.

Kepala BPBD Jawa Tengah Sarwa Permana mengatakan saat ini BPBD fokus pada pembersihan material longsor di lingkungan perumahan warga dan akses warga.

"Pembersihan jalur jalan, lumpur, sama batu-batu, serta ada potongan pohon-pohon dan lain-lain itu masih banyak sekali di lokasi," kata Sarwa kepada KBR.

BPBD mencatat saat ini terdapat 244 orang mengungsi. Mereka belum berani kembali karena masih takut banjir dan longsor susulan.

Saat ini, pemerintah Kabupaten Magelang pun masih menanti penelitian yang dilakukan tim vulkanologi dari Bandung, untuk mengetahui layak atau tidaknya lokasi tersebut untuk ditinggali.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing