Polemik Pabrik Semen di Rembang, Aparat Desa Pilih Netral

"Saya sendiri kalau ngikut kontra, warga kita ada yang pro. Kalau ikut pro, ada warga kontra. Ya kita pilih netral sajalah,"

Selasa, 04 Apr 2017 14:23 WIB

Suasana desa Tegaldowo Kecamatan Gunem, Rembang, Jatengyang berada di ring 1 pabrik PT. Semen Indonesia. (Foto: KBR/Musyafa)


KBR,  Rembang– Aparatur desa di wilayah ring 1 yang berjarak 1 hingga 5 kilometer dari lokasi pabrik PT Semen Indonesia di Rembang, Jateng, berusaha netral. Di antaranya   desa Tegaldowo Kecamatan  Gunem  mengambil langkah antisipasi, agar situasi pro kontra masyarakat terhadap pembangunan pabrik semen tidak memancing kisruh suasana kampung.
 
Suntono, Kepala Desa Tegaldowo menganggap kelompok pro maupun kontra, sama-sama warganya. Ia mengibaratkan kepala desa adalah bapak, sedangkan masyarakat merupakan anak-anaknya.

Kata dia, antisipasi dimulai dari aparat desa, dengan bersikap netral, tanpa memandang latar belakang warga. Baginya, perbedaan pendapat hal biasa. Sejauh pengamatan Suntono, situasi desa sampai sekarang cukup kondusif.
 
“Memang aku jadi orang tua anggap yang kontra anak, yang pro juga anak. Kalau di desa, semua ya anak. Tidak ada saling curiga dan saling cemburu, semua jadi kawanlah gitu. Kalau di luar desa, saya kurang tahu. Saya sendiri kalau ngikut kontra, warga kita ada yang pro. Kalau ikut pro, ada warga kontra. Ya kita pilih netral sajalah,"  ungkap Suntono kepada KBR, Selasa (04/04).
 
Seorang tokoh penolak pabrik semen di desa Tegaldowo, Sukinah membenarkan secara umum desanya memang cukup aman. Tapi ada kalanya antara warga pro dan kontra pabrik semen saling sindir.

Kata dia, hubungan satu sama lain, tak seakrab seperti dulu. Ia biasa mengingatkan kepada rekan–rekan tetangganya untuk tidak  mudah terpancing emosi, ketika muncul suara yang menyudutkan kelompok penolak pabrik semen.
 
“Pernah ada kawan tolak yang dikata–katain oleh kubu pro, saat aksi di depan Istana Negara Jakarta. Saya ingatkan yang sabar saja, nggak usah dibales omongan," jelas Sukinah.
 
Selain desa Tegaldowo, terdapat 4 desa lain yang masuk ring 1 pabrik semen PT. Semen Indonesia, meliputi desa Kajar, Pasucen, Timbrangan di Kecamatan Gunem dan desa Kadiwono Kecamatan Bulu. Dari 5 desa tersebut, hanya kepala desa Timbrangan, Nyono yang sejak awal menolak pembangunan pabrik semen.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wakapolri Tegaskan Tak Ada Pengamanan Khusus terkait Rencana Kembalinya Rizieq

  • JK Bantah Asian Games 2018 Kekurangan Dana
  • 5 Kecamatan di Karo Gelap Gulita Akibat Erupsi Sinabung
  • Netanyahu Kecam Pernyataan PM Polandia Soal Dalang Holocaust

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.