Pabrik Garam Tutup, Garam Impor Mulai Membanjiri Pasar

Beberapa pabrik yang tetap produksi hanya sebatas mengandalkan stok lama. Itupun akhir bulan April nanti, stok sudah habis.

Sabtu, 01 Apr 2017 08:00 WIB

Seorang pekerja pabrik pembuatan garam di Rembang Jawa Tengah sedang memanaskan briket garam agar tidak mudah hancur. (Foto: Musyafa/KBR)


KBR, Rembang - Tiga perusahaan pembuatan garam beryodium di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah tutup, lantaran kesulitan mendapatkan bahan baku. Cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi menyebabkan tambak garam tidak bisa digunakan untuk membuat garam.

Salah seorang pengusaha garam di Kecamatan Kaliori, Rembang, Pupon mengatakan harga garam lokal kini melonjak hingga Rp1,700 per kilogram. Harga itu setara dengan garam impor dari Australia yang mulai masuk ke pasaran, namun dengan kualitas lebih unggul.

Pupon mengatakan kalau pabrik tetap memproduksi garam briket beryodium, maka akan dipastikan rugi karena harga garam briket sulit naik di pasaran.

"Kalau kualitasnya memang lebih bagus dari Australia, tapi rasanya masih sedap garam lokal. Kemarin, pemerintah sempat mengumumkan pada pertengahan April, ada garam impor datang. Kebetulan saya ditelepon dari pihak provinsi Jawa Tengah, garam impor akan disiapkan di wilayah Gresik, Jawa Timur," kata Pupon kepada KBR, Jumat (31/3/2017).

Pupon menambahkan kondisi seperti ini disebabkan curah hujan masih tinggi mendekati bulan April. Padahal, menurut perkiraan, bulan April semestinya sudah memasuki musim kemarau.

Saat ini seluruh tambak garam di Kabupaten Rembang tidak bisa digunakan untuk membuat garam, lantaran terendam air hujan. Pupon mendesak pemerintah mengambil langkah–langkah, guna menyelamatkan usaha garam lokal. Salah satunya melalui subsidi.

Beberapa pabrik yang tetap produksi hanya sebatas mengandalkan stok lama. Itupun akhir bulan April nanti, stok sudah habis.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.