Krisis Air Bersih, Pemkot Balikpapan Minta Hotel Daur Ulang Air Limbah

Daur ulang air limbah, kata Suryanto, bisa mengatasi krisis air bersih di Kota Balikpapan yang terjadi setiap tahun akibat defisitnya air baku PDAM.

Senin, 10 Apr 2017 20:47 WIB

Ilustrasi. (Foto: Creative Commons)


KBR, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur meminta perusahaan maupun hotel-hotel untuk memanfaatkan air limbah dengan cara didaur ulang menjadi air bersih.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Balikpapan Suryanto mengatakan daur ulang air limbah tidak akan merusak lingkungan. Justru daur ulang air limbah, kata Suryanto, bisa mengatasi krisis air bersih di Kota Balikpapan yang terjadi setiap tahun akibat defisitnya air baku PDAM.

Suryanto mengatakan tidak hanya air limbah perusahaan yang bisa dimanfaatkan. Air yang ada di bozem (dam) juga bisa diinjeksi atau disuntikkan ke tanah untuk dijadikan air tanah, dan disekitarnya dibuatkan sumur dalam.

"Nggak ada salahnya membuat daur ulang skala kecil untuk kebutuhan air mereka, sehingga air PDAM bisa dihemat," kata Suryanto, Senin (10/4/2017).

Suryanto mengatakan, hingga 2020 mendatang Balikpapan masih akan mengalami krisis air bersih. Kekurangan air bersih mencapai 484 liter per detik karena minimnya sumber air baku.

Suryanto menambahkan ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi krisis air bersih itu. Selain dengan mendaur ulang air limbah, cara lain adalah dengan meningkatkan kapasitas sumber air baku yang ada maupun menambah jumlah sumber air baku, seperti membangun puluhan sumur dalam.

"Selain itu bisa juga dengan penyulingan air laut menjadi air tawar, lalu meningkatkan kapasitas Waduk Manggar, juga membangun Waduk Tritip," kata Suryanto.

Waduk Tritip saat ini masih dalam tahap pembangunan. Waduk ini diharapkan bisa menyuplai air bersih hingga 250 liter per detik. Selain itu juga akan dibangun Embung Aji Raden yang bisa menyuplai air hingga 150 liter per detik.

Baca: Warga Pinggiran Balikpapan Keluhkan Ketersediaan Air Bersih   

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Mendes Akui Sudah Tahu Soal WTP Sebelum Diumumkan

  • Polisi Dalami Keterlibatan Oknum Anggotanya yang Diduga Terima Suap dari Uber
  • Fraksi PDIP Ganti Posisi Masinton di Pansus KPK
  • Susi bagikan 690 paket alat tangkap ikan ramah lingkungan