Gelondongan Kayu Diduga Hasil Pembalakan Liar Terseret Banjir Bandang Aceh Tenggara

Puluhan batang kayu bertumpuk di sejumlah tempat yang dilanda banjir. Kayu-kayu gelondongan berukuran besar dan panjang itu terseret air dan lumpur, dan turut meruak lebih dari 300 unit rumah.

Kamis, 13 Apr 2017 15:39 WIB

Tumpukan gelondongan kayu diduga hasil illegal logging terseret banjir Aceh Tenggara, Rabu (12/4/2017). (Foto: BPBD Aceh Tenggara)


KBR, Aceh Tenggara – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Yusmadi meyakini banjir bandang yang melanda tiga kecamatan di Aceh Tenggara beberapa hari lalu disebabkan maraknya penebangan kayu secara liar di hutan Aceh.

Keyakinan Yusmadi itu mengacu pada temuan banyaknya potongan kayu yang turut terseret air dan lumpur banjir bandang di sejumlah wilayah. Yusmadi mengatakan banjir makin rentan terjadi di Aceh Tenggara karena hutan mulai gundul. Apalagi sampai saat ini tidak terlihat upaya pencegahan dari aparat penegak hukum.

"Curah hujan begitu tinggi, sementara hutan sudah dibabat. Maka inilah akibatnya. Sisa bekas potongan kayu paling banyak terbawa banjir bersama lumpur. Kalau banjirnya cuma air saja, saya kira dampaknya tidak membuat rumah-rumah rusak," kata Yusmadi kepada KBR, Kamis (13/4/2017).

Banjir di Aceh Tenggara menerjang 12 desa yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kecamatan Semadam dan Kecamatan Babu Makmur, pada Selasa (11/4/2017) lalu. Dua orang tewas termasuk bayi berusia 1,5 tahun.

Puluhan batang kayu bertumpuk di sejumlah tempat yang dilanda banjir. Kayu-kayu gelondongan berukuran besar dan panjang itu terseret air dan lumpur, dan turut meruak lebih dari 300 unit rumah.

Arah banjir berasal dari Hutan Lindung Leuser menuju perkampungan warga. Lebih dari 800 orang mengungsi ke tenda-tenda darurat maupun rumah ibadah.

Wilayah Aceh Tenggara merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian antara 25 meter hingga 1.000 meter di atas permukaan laut. Aceh Tenggara dikelilingi Taman Nasional Gunung Leuser dan Bukit Barisan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Tenggara menyebutkan, dari 385 desa di kabupaten itu, sekitar 282 desa diantaranya berada di lembah dan seratusan desa berada di lereng pegunungan.

Informasi dari Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional wilayah Aceh Tenggara dan Gayo Lues, Gunawan Alza menyebutkan kondisi Hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) khususnya di Kabupaten Aceh Tenggara dan Gayo Lues, Provinsi Aceh sudah memprihatinkan. Kondisi taman nasional mulai gundul akibat pembukaan lahan pertanian dan perkebunan.

Luas TNGL di Aceh Tenggara yang rusak mencapai 10 ribu hektare, sedangkan di Kabupaten Gayo Lues kerusakan mencapai 2,500 hektare.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1