Dinsos Rejang Lebong Rujuk Belasan Korban Pasung ke RSJKO

"masalahnya kalau hanya dengan waktu sesingkat itu apakah pasien bisa dinyatakan sembuh walaupun sudah ditangani dengan obat penenang,"

Rabu, 05 Apr 2017 11:10 WIB

Korban pasung di Rejang Lebong, Bengkulu. (Foto: KBR/Lembaga Forum Sosial TKSK)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Rejang Lebong-  Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) mengklaim beberapa pasien pasung  sudah tertangani.  Kepala Dinsos PMD Darmasyah mengatakan telah membawa pasien tersebut ke Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Provinsi Bengkulu.

"Sudah ada 13 pasien yang kita rujuk ke RSJKO. Semua pasien hampir tersebar di 15 kecamatan. Ini mendukung gerakan Indonesia bebas pasung," jelas Darman kepada KBR, Rabu (05/04).

Darman menyayangkan, terkait laporan  pasien   yang  kembali ke rumah kemudian dipasung kembali oleh keluarga. Menurut dia ada kelemahan  dalam pelayanan jaminan kesehatan di RSJKO.

"Setahu saya pasien pasung yang mengalami gangguan jiwa hanya diobati pihak rumah sakit selama 2 minggu, itu dalam konteks pasien dengan menggunakan Jamkesda. Nah ini masalahnya kalau hanya dengan waktu sesingkat itu apakah pasien bisa dinyatakan sembuh walaupun sudah ditangani dengan obat penenang," katanya.

 Sebelumnya data dari Forum Lembaga Sosial Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK)  Rejang Lebong mencatat sejak  2012 hingga 2017   sebanyak 20 kasus gangguan jiwa   tersebar di 15 kecamatan. Sebanyak   4 orang dipasung kembali pihak keluarga karena alasan tidak mampu untuk menebus obat. Dari korban pasung tersebut data TKSK rata-rata mengalami gangguan jiwa (Psikotik). Di tahun 2017   TKSK sudah menangani 3 pasien pasung untuk dirawat di RSJKO Bengkulu.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Mendes Akui Sudah Tahu Soal WTP Sebelum Diumumkan

  • Polisi Dalami Keterlibatan Oknum Anggotanya yang Diduga Terima Suap dari Uber
  • Fraksi PDIP Ganti Posisi Masinton di Pansus KPK
  • Susi bagikan 690 paket alat tangkap ikan ramah lingkungan