Alasan Bupati Ponorogo Perpanjang Masa Pencarian Korban

Pemerintah Kabupaten Ponorogo memperpanjang proses pencarian 25 korban longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Sedianya, proses pencarian ini telah berakhir pada Sabtu kemarin.

Minggu, 09 Apr 2017 14:08 WIB

Alat berat menyapu material longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. (Foto: KBR/ Adhar)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Ponorogo - Pemerintah Kabupaten Ponorogo memperpanjang proses pencarian 25 korban longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Sedianya, proses pencarian ini telah berakhir pada Sabtu (8/4/2017) kemarin.

Namun Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengatakan, warga masih belum puas dengan pencarian selama sepekan terakhir. Untuk itu dalam masa perpanjangan ini, warga akan ikut menunjukkan titik-titik yang dicurigai menjadi lokasi korban hilang.

"Kepala desa menyampaikan aspirasi dari warga minta dilanjutkan pencariannya," ujar Ipong di Ponorogo, Sabtu (8/4/2017).

Warga masih mengharapkan anggota keluarga yang tertimbun longsor bisa ditemukan. Dari total 28 korban hilang, baru tiga di antaranya yang ditemukan hingga pencarian pada Sabtu (7/4/2017) malam.

Baca juga:

Masa perpanjangan pencarian ini rencananya dilakukan hingga tiga hari ke depan. Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengatakan, evaluasi akan dilakukan setiap hari guna menentukan layak tidaknya kelanjutan proses evakuasi.

"Sebetulnya proses pencarian korban sudah bisa kai hentikan. Karena secara teknis berdasarkan masukan dari Basarnas maupun kepala desa yang mereka sudah pesimis."

Tim Pencarian dan Penyelamatan (Search and Rescue SAR) gabungan kesulitan menyisir seluruh wilayah yang terdampak longsor, karena volume material longsor cukup tinggi, yakni mencapai 20 meter. Selain itu luas areal longsor mencapai delapan hektare.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1