2 Tahun di Lokasi Darurat, Ribuan Pedagang Mulai Tempati Pasar Klewer Solo yang Baru

"Kita bagikan ribuan kunci kios pada para pedagang sebagai tanda pasar Klewer yang baru ini bisa dipakai, ditempati kembali."

Selasa, 11 Apr 2017 12:37 WIB

Penyerahan simbolis kunci dan sertifikat bagi pedagang pasar Klewer, Solo, Jateng. (Foto: KBR/Yudha S.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR,Solo-  Pemerintah kota Solo, Jateng mulai membagikan ribuan kunci kios pada para pedagang yang selama ini menempati pasar darurat Klewer di Balikota Solo. Kepala Dinas Perdagangan Pemkot Solo, Subagyo, mengatakan pembangunan Pasar Klewer yang baru menelan biaya sekitar 200 Milyar rupiah.

Menurut Subagyo, pekan ini para pedagang pasar tekstil dan ikon kota Solo ini bisa menempati bangunan yang baru.

“Satu setengah tahun pembangunan pasar Klewer kini sudah selesai. Bangunan sudah 100 persen bisa dipakai. Tahapan berikutnya, hari ini kita bagikan ribuan kunci kios pada para pedagang sebagai tanda pasar Klewer yang baru ini bisa dipakai, ditempati kembali. Penarikan retribusi di Pasar Klewer, mulai 1 Mei mendatang kita gunakan sistem retribusi elektronik," ujar Kepala Dinas Perdagangan Pemkot Solo, Subagyo, Selasa (11/04).

Pasar Klewer Solo terbakar  akhir  2014 lalu. Ada sekitar 3000an pedagang yang menempati pasar tersebut. Para pedagang kemudian menempati pasar darurat yang berada di kompleks alun-alun utara Kraton Kasunanan Solo. 2 tahun pasca kebakaran, pembangunan pasar Klewer Solo selesai dilakukan dan akan diresmikan 21 April mendatang.

Pembagian kunci kios Pasar klewer dilakukan secara bertahap pekan ini. Jumlah pedagang di Pasar Klewer ini lantai dasar 681 kios, lantai 1 ada 837 kios, lantai 2 ada 176 kios, dan pelataran lantai 2 ada 945 kios dengan Jumlah total mencapai 2.639 kios.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.