Warga Riau Diminta Waspada Banjir Susulan Sungai Nilo

Hujan deras yang mengguyur wilayah itu menyebabkan Sungai Nilo meluap. Banjir menerjang sejumlah permukiman warga di Desa Lubuk Kembang Bunga, hingga ratusan orang mengungsi.

Senin, 06 Mar 2017 18:18 WIB

Ilustrasi. Banjir yang pernah melanda salah satu wilayah Kabupaten Pelalawan karena meluapnya Sungai Nilo. (Foto: mediacenter.riau.go.id)


KBR, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau meminta masyarakat yang berada di sepanjang aliran Sungai Nilo untuk mewaspadai dampak banjir lanjutan dari sungai yang berhulu di Sumatera Barat itu.

Kepala BPBD Provinsi Riau, Edward Sanger mengatakan daerah yang paling parah terdampak banjir meluapnya Sungai Nilo berada di kawasan Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kampar. Namun kondisinya kini sudah membaik dan warga sebagian sudah kembali ke rumahnya.

"Yang sudah terkena dampak banjir itu sudah kembali lagi ke rumahnya. Khususnya di daerah Kebun Bunga, Pelalawan sama Gunung Sailan Kampar. Banjir sudah surut, mereka sudah kembali ke rumahnya lagi. Yang rusak ada, seperti di Rokan Hulu itu ada jembatan yang rusak terkena banjir. Rumah-rumah warga juga ada yang rusak," kata Edward Sanger kepada KBR, Senin (6/3/2017).

Edward menambahkan, BPBD sudah menyiapkan logistik untuk membantu warga yang terdampak banjir. BPBD juga sudah mendapatkan bantuan tambahan logistik untuk korban banjir di Riau.

"Logistik masih cukup, kita dibantu BNPB dan juga Pemda. Kabupaten dan kota juga sudah memberikan bantuan. Kami pantau terus. Kami tetapkan BPBD di Kabupaten dan Kota agar tetap waspada karena curah hujannya masih tinggi. Terutama mewaspadai khususnya apabila curah hujan tinggi di Sumatera Barat," ungkapnya.

Baca: Longsor di Jalan Nasional Sumbar-Riau, BPBD Tambah Alat Berat   

Akhir Februari lalu banjir melanda Kabupaten Pelalawan Riau. Hujan deras yang mengguyur wilayah itu menyebabkan Sungai Nilo meluap. Banjir menerjang sejumlah permukiman warga di Desa Lubuk Kembang Bunga, hingga ratusan orang mengungsi.

Luapan Sungai Nilo terjadi sejak Selasa (28/2/2017) hingga Rabu (1/3/2017) malam. Desa Lubuk Kembang Bunga merupakan daerah yang kerap dilanda banjir, terutama apabila hujan deras dengan durasi waktu yang cukup lama.

Banjir di Sumbar

Di Sumatera Barat, banjir dan longsor melanda kawasan Kabupaten Limapuluh Kota pada Minggu (5/3/2017). Banjir menyebabkan enam orang tewas tertimbun longsor dan hanyut oleh banjir.

Banjir dan longsor disebabkan karena meluapnya Sungai Batang Maek di Kecamatan Pangkalan, Sungai Batang Kapur di Kecamatan Kapur Sembilan, Sungai Batang SInamar di Lareh Sago Halaban dan Sungai Batang Harau di Kecamatan Harau.

Banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota tercatat terjadi di 25 titik, paling banyak di Kecamatan Pangkalan. Pemerintah daerah setempat menetapkan masa tanggap darurat selama lima hari. Akibat banjir itu, ratusan gardu listrik dipadamkan dan 14 ribu pelanggan PLN tidak teraliri listrik.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.