Longsor, Jalan Penghubung Dua Kabupaten di Bengkulu Nyaris Putus

Longsor terjadi di Jalan Lintas Rejang Lebong-Kepahiang, tepatnya di Jalan Sapta Marga, Kecamatan Curup Timur.

Rabu, 01 Mar 2017 15:56 WIB

Pengendara motor melewati kawasan yang tertimpa longsor di Jalan penghubung Kab Rejang Lebong dan Kepahiang, Rabu (1/3/2017). (Foto: Antoni/KBR)


KBR, Rejang Lebong - Curah hujan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Rejang Lebong, mengakibatkan longsor di jalan yang menghubungkan Rejang Lebong dengan Kabupaten Kepahiang. Sebagian ruas jalan tertimbun longsoran tanah.

Longsor terjadi di Jalan Lintas Rejang Lebong-Kepahiang, tepatnya di Jalan Sapta Marga, Kecamatan Curup Timur. Bencana longsor terjadi pada Selasa (28/2/2017) malam. Satu unit rumah nyaris terbawa arus longsor dan material longsor.

Pemilik rumah, Qomar mengatakan longsor terjadi mendadak ketika hujan deras mengguyur daerah tersebut.

"Habis Magrib, Selasakemaren terjadi hujan angin. Sekitar pukul 20.00 WIB malam terdengar suara gemuruh. Kerabat saya memberitahu saya bahwa ada longsor di pinggir jalan," kata Qomar, Rabu(1/3/2017).

Qomar menjelaskan material di samping rumahnya terbawa longsor.

"Malam tadi tim gabungan sudah turun ke lokasi untuk membersihkan material longsor tersebut, karena material menutupi badan jalan lintas dua kabupaten," tambah Qomar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Basuki mengatakan curah hujan tinggi membuat beberapa titik-titik yang memang rawan longsor mengalami pergeseran tanah. Pergeseran tanah terjadi karena tergerus aliran air. Sedangkan daya serap lahan itu terhadap air sudah sangat kurang.

"BMKG Bengkulu telah memberitahu bahwa curah hujan dan cuaca ekstem ini terjadi hingga April mendatang. Saat ini tim BPBD bersiaga mengantisipasi bencana yang terjadi," kata Basuki.

BPBD Kabupaten Rejang Lebong mengimbau warga Rejang Lebong selalu waspada dengan kondisi curah hujan yang masih tinggi hingga April mendatang.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau