Kepolisian Pelabuhan Panjang Lampung Gagalkan Penyelundupan 3 Ton Daging Celeng

"Pengakuan sopir dia telah melakukan pengiriman dua kali lewat jalur Panjang (pelabuhan) untuk yang ke dua kalinya gagal,"

Jumat, 10 Mar 2017 10:27 WIB

Caption Daging celeng ilegal asal Jambi yang akan didistribusikan lewat jalur tol laut ke Jakarta digagalkan polisi. (Foto: KBR/Eni M.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Lampung- Polisi menggagalkan pengiriman daging celeng ilegal sebanyak tiga ton lewat penyeberangan tol laut Lampung di Pelabuhan Panjang. Menurut Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Panjang   Ferdiansyah pada Kamis (9/3) sebelum truk masuk kapal Roro, pengemudi sempat mengganti nomor plat kendaraan untuk mengelabui petugas.

Kata dia,  daging celeng tanpa dilengkapi dokumen resmi itu akan didistribusikan di pasar-pasar di Jakarta.

"KSKP   mengamankan truk bermuatan daging celeng yang berasal dari Jambi. Pengakuan sopir dia telah melakukan pengiriman dua kali lewat jalur panjang untuk yang ke dua kalinya gagal," kata Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Panjang   Ferdiansyah, Jumat (10/03).


Lebih lanjut Ferdiansyah mengatakan, angkutan tersebut dengan plat yang sebenarnya pernah tertangkap di jalur penyeberangan Bakauheni dengan membawa muatan yang sama yakni celeng ilegal. Kata dia,  upaya penyelundupan daging celeng ilegal itu kembali dilanjutkan dengan menggunakan jalur penyeberangan berbeda.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR