Terkena Proyek Tol Semarang-Batang, Pengelola SD Ngaliyan 02 Kebingungan Pindah

Wakil Kepala Sekolah SD Ngaliyan 02, Sri Katon mengatakan batas waktu yang diberikan kontraktor pelaksana proyek untuk relokasi terlalu cepat bagi merka.

Jumat, 24 Feb 2017 11:26 WIB

Aktivitas pembangunan jalan tol Trans Jawa untuk ruas Semarang-Batang di wilayah Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (8/2/2017). Ruas tol itu sepanjang 74 kilometer. (Foto: ANTARA)


KBR, Semarang - Proyek pembangunan jalan tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang bakal melintasi area bangunan SD Ngaliyan 02. Karena terkena proyek itu, maka SD Ngaliyan 02 harus segera direlokasi.

Namun pemberitahuan relokasi dianggap mendadak hingga pengelola SD Ngaliyan 02 kebingungan.

Wakil Kepala Sekolah SD Ngaliyan 02, Sri Katon mengatakan batas waktu yang diberikan kontraktor pelaksana proyek untuk relokasi terlalu cepat bagi merka.

"(Kapan ada pemberitahuan?) Hari Jumat. Sabtu ada rapat KKG, ada Pak Wali Kota. Hari Senin, hari Selasa Kepala Sekolah dipanggil yang kedua. Lalu Hari Rabunya langsung kemas-kemas. Pokoknya dalam minggu besok, antara 27 Februari 2017 harus sudah pindah," kata Sri Katon di Ngaliyan, Kamis (23/2/2017).

Pihak sekolah juga mengeluhkan lokasi sekolah sementara, yang ada di Gedung Perpustakaan Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Lokasi itu dianggap terlalu jauh dengan bangunan sekolah yang lama, sekitar satu kilometer. Padahal, sebagian besar siswa bertempat tinggal di sekitar lokasi sekolah lama.

Pihak sekolah juga menyayangkan proses pengosongan di saat siswa kelas VI SD Ngaliyan 02 sedang mempersiapkan ujian akhir.

Salah seorang siswa kelas VI SD Ngaliyan 02, Bima juga khawatir proyek jalan tol itu mengganggu kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

"Ya sedikit-sedikit terganggu. Yang harusnya waktu buat belajar malah buat bersih-bersihin buat pindahan," kata Bima.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin mengklaim telah mempersiapkan bangunan yang akan menjadi sekolah permanen bagi SD Ngaliyan 02.

"Kalau kita sudah ready tempat yang mau dipakai, sudah kita siapkan," kata Bunyamin.

Sebelum direlokasi, pihak sekolah serta Dinas Pendidikan Kota Semarang pun juga akan menggelar rapat supaya permasalahan ini bisa segera teratasi. Selain menggusur SD Ngaliyan 02, proyek tol ini juga menggusur SD Negeri Tambakaji 3. Sedangkan SMP Negeri 16 Semarang yang terkena sebagian ruang kelasnya, tidak akan direlokasi.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1