Pertama di Indonesia, 78 Ribu Kartu Tani Banyumas Mulai Dibagikan

Kartu Tani tersebut berguna untuk membeli pupuk bersubsidi. Bagi petani yang tidak memiliki Kartu Tani, mereka tidak akan mendapat pupuk bersubsidi dan harus membayar dengan harga non-subsidi.

Jumat, 17 Feb 2017 16:39 WIB

Kartu Tani mulai dibagikan di Banyumas Jawa Tengah. (Foto: Muh Ridlo Susanto/KBR)


KBR, Banyumas – Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mulai membagikan Kartu Petani yang bisa digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Banyumas, Tjutjun Sunarti Rochidy menargetkan distribusi 78 ribu Kartu Tani bisa tuntas pada akhir Februari ini, bersamaan dengan akhir masa panen Masa Tanam Pertama (MT1) dan menjelang Masa Tanam Kedua (MT2) 2017.

Tjutjun mengatakan kartu tani tersebut berguna untuk membeli pupuk bersubsidi. Bagi petani yang tidak memiliki Kartu Tani, mereka tidak akan mendapat pupuk bersubsidi dan harus membayar dengan harga non-subsidi.

Meski begitu, Tjutjun mengatakan karena ini merupakan program rintisan yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia, masih ada kemungkinan ada petani yang tercecer tidak mendapat kartu tani. Karena itu Tjutjun akan berkoodinasi dengan pemerintah desa untuk mendata jika ada petani yang belum mendapat kartu tani.

Kartu Tani merupakan jaminan agar petani tak lagi mendapat kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Sebab, pupuk bersubsidi didistribusikan sesuai jumlah kebutuhan di sebuah daerah dengan pengawasan yang ketat.

Tjutjun mengatakan, di Kartu Tani tersebut sudah ada data kebutuhan pupuk yang dibutuhkan untuk sekali musim tanam disesuaikan dengan luasan lahan.

"Bagi petani (Kartu Tani) itu untuk membeli pupuk bersubsidi. Yang biasanya dibeli dengan cara manual. Pak Gubernur punya program untuk enam tepat, yakni tepat sasaran, tepat waktu, tepat harga, tepat mutu dan sebagainya. Maka dibuatlah program percontohan kartu tani ini. Karena bentuknya seperti ATM, jadi nanti multifungsi juga seperti ATM. Melatih petani untuk menabung. Membeli pupuk itu juga harus sudah punya tabungan," jelas Tjutjun Sunarti Rochidy, Jumat (17/2/2017).

Baca juga:


Tjutjun menjelaskan, kartu tani merupakan kartu multifungsi. Selain untuk berbelanja pupuk bersubsidi, kartu tani tersebut juga merupakan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bekerjasama dengan salah satu bank pemerintah.  

Cara kerjanya, petani diperbolehkan membeli pupuk bersubsidi dengan cara mengisi kartu tabungan terlebih dahulu disesuaikan dengan jumlah nominal pupuk sesuai kuota.

Tjutjun mengakui masih perlu banyak sosialisasi kepada petani mengenai kegunaan kartu tani. Untuk itu, Dinas Pertanian menerjunkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan bekerjasama dengan pemerintah desa dan perbankan untuk mensosialisasikan kegunaan kartu tersebut.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!