Dampak Pascabanjir Sumbawa NTB: Dari ISPA, Penyakit Kulit hingga Diare

Ada hampir 2000 sumur warga yang terendam banjir di Sumbawa. Dari jumlah itu, baru sekitar seperempatnya yang sudah ditaburi kaporit.

Jumat, 17 Feb 2017 12:00 WIB

Banjir di Sumbawa NTB, 6 Februari 2017. (Foto: Sutopo Purwo Nugroho/BNPB)


KBR, Mataram - Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat menangani lebih dari 3,143 pasien yang mengalami gangguan kesehatan akibat banjir di Kabupaten Sumbawa.

Penyakit yang diderita pasien rata-rata adalah gangguan pernafasan (ISPA) dan penyakit kulit, sedangkan kasus diare masih rendah.

Meski begitu, Kepala Dinas Kesehatan NTB Nurhandini Eka Dewi mengkhawatirkan kasus diare akan lebih banyak bermunculan jika tidak diantisipasi dengan baik.

Nurhandini mengatakan ada hampir 2000 sumur warga di Sumbawa terendam banjir. Dari jumlah itu, baru sekitar seperempatnya yang sudah ditaburi kaporit.

Kondisi ini berbahaya bagi warga, karena air kotor di sumur warga bisa memicu diare.

"Kalau di Sumbawa sampai kemarin kita sudah menangani 3.143 pasien. Mayoritas penyakit ISPA, penyakit kulit karena terendam banjir, dan pegal. Diare masih sedikit sekitar 40-an, tapi yang kita takutkan diare itu pasca banjir, bukan pada saat banjir. Karena sampai kemarin dari 1.900 sumur yang terdampak banjir baru 600 yang baru dibersihkan. Kalau di Lombok Timur dia tidak begitu terendam, jadi sudah dikaporisasi semua," kata Nurhandini di Mataram, Kamis (16/2/2017).

Adapun di Kecamatan Sambelia Lombok Timur, pasien yang ditangani tim kesehatan sekitar 300 pasien, karena banjir tidak terlalu luas.

Untuk saat ini bantuan makanan termasuk biskuit, obat-obatan, bubuk abate dan kaporit masih mencukupi, bantuan dari Kementerian Kesehatan.

Nurhandini mengatakan Dinas Kesehatan menerjunkan 40 tim kesehatan ke Kabupaten Sumbawa untuk pencegahan penyakit pascabanjir. Dinas juga menyiapkan tiga pos kesehatan di Kecamatan Sambelia.

Pasien yang dirawat di posko kesehatan di Desa Dara Kunci Kabupaten Lombok Timur sudah kembali ke rumah karena sudah membaik. Sementara itu, penyakit yang diderita juga masih tergolong ringan.

"Kewajiban kita menjaga jangan sampai terjadi wabah pasca bencana. Itu yang kita takutkan untuk Sumbawa dan Sambelia. Terutama malaria, karena banyak malaria, genangan air kan di sana. Terus DBD, supaya itu tidak terjadi," katanya.

Lebih dari 40 ribu jiwa terdampak oleh banjir yang melanda Kabupaten Sumbawa sejak 6 Februari lalu.

Banjir melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Sumbawa, sementara di Lombok terdapat dua kecamatan yang terdampak banjir yaitu Sambelia dan Sembalun.

Sebelumnya pada akhir 2016 lalu banjir lebih dulu melanda Kota Bima NTB.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing