Setengah Miliar, Mahalnya Biaya Kirim Ambulan dari Nunukan ke Perbatasan Lewat Malaysia

Perusahaan jasa pengiriman meminta tambahan dana pengiriman menjadi Rp525 juta dengan alasan musim hujan membuat jalan dari Kota Lawas, Serawak, Malaysia menuju Kecamatan Krayan sulit dilewati.

Kamis, 04 Jan 2018 17:44 WIB

Mobil ambulan bantuan Kementrian Kesehatan batal dikirimkan ke Puskesmas di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. (Foto: KBR/Adhima Soekotjo)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Nunukan - Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menunda pengiriman empat mobil ambulan ke wilayah perbatasan di Kecamatan Krayan karena mahalnya biaya pengiriman.

Mobil ambulan itu rencananya untuk kendaraan operasional bagi dua Puskesmas di Kecamatan Krayan.

Kepala Dinas Kesehatan Nunukan, Meinstar Tololiu mengatakan wilayah itu terisolasi dari jalan darat. Pada awalnya perusahaan jasa pengiriman sepakat mengirim empat mobil ambulan itu melalui dua negara bagian Malaysia yaitu Sabah dan Serawak dengan biaya pengiriman Rp375 juta.

Namun, perusahaan jasa pengiriman meminta tambahan dana pengiriman menjadi Rp525 juta dengan alasan musim hujan membuat jalan dari Kota Lawas, Serawak, Malaysia menuju Kecamatan Krayan sulit dilewati.

"Awalnya sepakat biaya Rp375 juta, dan uangnya cukup. Karena ada empat mobil, jadi bolehlah Rp375 juta itu. Tahu-tahu naik jadi Rp525 juta. Alasannya, bulan Desember ini hujan keras, jadi mau bawa dari kota Lawas masuk ke Krayan itu terasa berat. Ya pokoknya minta biayanya dikasih naiklah," kata Meinstar Tololiu, Rabu (3/1/2018).

Baca juga:

Tertunda Akhir 2018

Meinstar menambahkan akibat belum adanya persetujuan APBD Kabupaten Nunukan tahun 2018 serta gagalnya pengiriman empat mobil ambulan ke Kecamatan Krayan, maka pengiriman mobil ambulan kemungkinan tertunda hingga akhir 2018. 

Menurut Meinstar anggaran pengiriman baru bisa diajukan pada APBD Perubahan 2018. Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan rencananya akan meminta bantuan biaya pengiriman kepada pemerintah pusat melalui APBN 2018.

"Kami mau minta bantuan pusat karena ini terlaksana untuk dibayarkan tahun depan. Kami susah datang ke KPPN, karena KPPN bilang ajukan saja ke Dirjen untuk tahun depan," tambah Meinstar. 

Pada 2017 lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan menerima bantuan 20 mobil ambulan dan Puskesmas Keliling serta 52 motor operosional untuk 11 puskesmas dan 1 rumah sakit pratama di Sebatik. Bantuan itu berasal dari Kementerian Kesehatan melaui Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi, DAK Reguler dan DAK Penugasan. 

Pemerintah tidak bisa langsung mengirimkan empat bantuan mobil ambulan ke Kecamatan Krayan karena tidak ada jalur darat yang menguhubungkan Kabupaten Nunukan dengan Kecamatan Krayan. Satu satunya jalur pengiriman kendaraan melalaui darat hanya bisa melalaui negara Malaysia. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".