Ini Penyebab Ratusan Petani Bawang Merah Tegal Demo Bulog

“Kerugian petani bawang mencapai ratusan juta rupiah. Kami minta Bulog membeli dengan harga Rp 15.000/kg supaya tidak rugi,”

Jumat, 12 Jan 2018 17:03 WIB

Petani bawang merah Tegal Jawa Tengah melakukan demonstrasi di kantor Bulog Sub Divre Pekalongan, Jumat (12/01). (Foto: KBR/Frans M.)

KBR,Tegal- Ratusan petani bawang merah Tegal Jawa Tengah, mendemo  kantor Bulog Sub Divre Pekalongan. Beramai-ramai mereka menumpahkan kekesalannya karena ratusan ton bawang merah yang telah di panen satu tahun lalu itu tidak ada yang membeli, bahkan harga jual di tingkat petani pun jatuh. Para petani, menuntut Bulog menyerap bawang merah dengan harga beli sebesar Rp 15.000/kg.

Koordinator petani bawang merah Tegal, Sumarso mengatakan, sejak setahun  ini, harga bawang merah anjlok dan Bulog tidak melakukan penyerapan sehingga bawang merah di petani menumpuk.

“Luas area pertanian bawang merah di Tegal sekitar 800 hektare. Bayangkan, berapa jumlah bawang yang tidak terjual dan menumpuk di petani,” katanya, Jumat 12/01/2018.

Untuk menutupi kerugian petani, ia meminta Bulog menyerap bawang merah dengan harga Rp 15.000/kg.

“Kerugian petani bawang mencapai ratusan juta rupiah. Kami minta Bulog membeli dengan harga Rp 15.000/kg supaya tidak rugi,” ujarnya.

Sumarso menyebutkan, saat ini harga bawang merah sejak beberapa bulan belakangan di  petani turun hingga Rp 6.000/kg.

“Harga sekarang ini di tingkat petani Rp 6.000 Rp 7.000 sampai Rp 8.000/kg tergantung kualitasnya," ungkapnya.

Dari hasil audensi perwakilan petani dengan pihak Bulog Sub Divre Pekalongan. Bulog berjanji akan segera menyerap bawang merah petani.

“Bulog dalam hal ini siap melaksanakan penugasan pemerintah. Akan membeli dan disimpan di gudang yang sudah kami siapkan dengan kapasitas 400 ton,” kata Kepala Bulog Sub Divre Pekalongan, Muhson.

Ia mengungkapkan, saat ini Bulog telah membeli bawang merah petani sebanyak 8 ton dan jumlahnya akan terus ditingkatkan.

“Jumat ini kami sudah membeli bawang merah petani sesuai Peraturan Menteri Perdagangan dan terus akan melakukan penyerapan sesuai dengan kebutuhan,” ungkapnya.

Namum, pihaknya tidak bisa membeli semua bawang yang dimiliki petani.

“Tentunya tidak semuanya karena tidak boleh monopoli,” pungkasnya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jepang Jadi Pendana Kereta Semi-Cepat Jakarta-Surabaya

  • KLHS Pegunungan Kendeng Rampung Disusun
  • KKP Klaim 3 Tahun Belakangan Stok Ikan Meningkat
  • KPU: Belum Ada Bakal Pasangan Calon Pilkada Kota Bandung yang Lengkapi Persyaratan

Satu keluarga bisa jadi kesulitan makan, yang lain punya kelebihan makanan.