Tim Saber Pungli Tangkap Tangan 3 Polisi Banyuwangi

"Kemarin anggota dibawa ke sana untuk melakukan klarifikasi untuk meluruskan hal–hal yang memungkinkan ada miskomunikasi dan lain lain."

Selasa, 31 Jan 2017 14:35 WIB

Ilustrasi (sumber: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Banyuwangi- Tim  Saber Pungli Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur,   melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Banyuwangi. Dari hasil tim menangkap tiga personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banyuwangi. Tiga orang  itu seluruhnya bertugas di bagian layanan SIM.

Dari data yang berhasil dihimpun KBR , tiga  polisi yang tertangkap itu antara lain    bintara urusan SIM  berinisial ID,  petugas SIM berinisial W, dan  petugas sipil layanan SIM. Juru Bicara Kepolisian  Banyuwangi Bakin membenarkan tiga orang itu dibawa ke Polda Jawa Timur. kata dia, tiga orang itu dimintai klarifikasi terkait adanya dugaan pungli dalam pengrusan SIM di Mapolres Banyuwangi.

Kata Bakin, terkait  status ketiga orang tersebut pihaknya sepenuhnya menyerahkan kepada Polda Jatim. Sebab yang berwenang melakukan pemeriksaan  adalah polda Jawa Timur.

“Betul jadi dengan demikian tentang apa yang dilakukan Polda kemarin anggota dibawa ke sana untuk melakukan klarifikasi untuk meluruskan hal–hal yang memungkinkan ada miskomunikasi dan lain lain. Selebihnya nanti kita tunggu perkembangan lebih lanjut, kalau tidak salah ada tiga. Kita masih belum paham ini masalahnya apa? Jadi nanti mohon teman–teman sabar dulu  bagaimana perkembangan tentang anggota kita ini Polda yang memberikan jawaban,” kata Bakin, Selasa  31/1/2017) di Mapolres Banyuwangi Jawa Timur.

Aksi OTT itu berlangsung singkat, sekitar pukul 13.00 WIB, pada Hari Senin (30/1/2017) kemarin. Informasi yang tersebar, Operasi Tangkap Tangan (OTT)  ini nyaris luput dari perhatian warga yang ada di Polres.  Apalagi, peristiwanya di jam sibuk layanan pembuatan SIM.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Mendes Akui Sudah Tahu Soal WTP Sebelum Diumumkan

  • Polisi Dalami Keterlibatan Oknum Anggotanya yang Diduga Terima Suap dari Uber
  • Fraksi PDIP Ganti Posisi Masinton di Pansus KPK
  • Susi bagikan 690 paket alat tangkap ikan ramah lingkungan