Pertamina Gali (Lagi) Sumur Gas di Rembang

Besaran kandungan gas dalam sumur itu, masih dihitung.

Selasa, 10 Jan 2017 11:18 WIB

Lahan sumur Migas di desa Krikilan Kec. Sumber Kab. Rembang, Jateng diklaim memiliki kandungan gas cukup besar. (Foto: Musyafa/KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Rembang- Pertamina menemukan kandungan gas cukup besar di desa Krikilan Kec. Sumber, Kab. Rembang, Jawa Tengah.  Hal itu setelah berlangsung pengeboran sumur Migas selama 40 hari di lokasi tersebut.

Pimpinan proyek pengeboran, Rico Media Putra menuturkan seberapa besar gasnya masih dalam tahap perhitungan. Namun yang jelas diluar prediksi sebelumnya. Ia memastikan Pertamina akan melakukan eksplorasi. Namun yang menjadi masalah, siapa pembelinya. Begitu gas keluar, harus sudah ada yang memanfaatkan.

"Hasilnya yang bisa kami sampaikan, hasilnya cukup baik dan besar. Yang jelas bisa membawa perkembangan industri Rembang lebih baik. Beberapa hari kedepan, sebagian besar akan dikeluarkan. Pertamina masih menunggu hasil finalnya, kalau sudah selesai seminggu kedepan dan akan dihitung serta studi lagi 1 atau 2 bulan. Di Jakarta aktivitasnya akan sangat intensif, karena kita perlu minta persetujuan Pertamina pusat, kedepan akan seperti apa. Apakah menambah sumur atau produksi langsung," jelasnya kepada KBR, Selasa (10/01).

Rico berharap Pemkab Rembang mendatangkan investor-investor pabrik besar, supaya bisa menggunakan potensi gas dari sumur Krikilan. Menurutnya, gas jauh lebih murah dibandingkan bahan bakar lainnya.

Temuan gas ini dianggap melegakan, karena Pertamina Hulu Energi Randugunting II sempat mengebor 4 titik di wilayah Kab. Blora dan ternyata semua gagal. Padahal cadangan energi nasional, sudah semakin menipis.

Kepala Desa Krikilan Kec. Sumber, Sukirno mengaku sumur Migas di kampungnya pernah di survei tahun 1996 silam. Setelah terhenti, pada tahun ini dibor lagi. Sukirno berharap kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik, dengan adanya potensi gas berlimpah. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.