Dua Pelajar di Banyumas Meninggal Tersambar Petir

Kedua korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Plangkapan dan Desa Selanegara pada Minggu pagi.

Minggu, 08 Jan 2017 13:07 WIB

Ilustrasi petir. Foto: Antara

KBR, Banyumas – Dua pelajar SMA Muhammadiyah Sumpiuh  meninggal tersambar petir di Desa Selandakan, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu petang (7/1/2016). Kedua korban meninggal adalah Kris Junianto (17th), warga Plangkapan Kecamatan Tambak, Banyumas,  dan Febru Nugroho (17th), warga Desa Selanegara, Kecamatan Sumpiuh.

Koordinator Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas, Heriana Adi Chandra mengatakan, berdasarkan informasi saksi mata di tempat kejadian, kedua pelajar tersebut tengah berboncengan sepeda motor saat terjadi hujan disertai petir. Mereka kemudian tersambar petir, kemudian dibawa ke Puskesmas 1 Sumpiuh untuk diautopsi.

Kedua korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga dan Minggu pagi tadi, kedua korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Plangkapan dan Desa Selanegara Kecamatan Sumpiuh.

“Ya itu, kemarin itu kan mau pulang. Cuma kemudian tersambar petir, di hampir keluar areal dari sawah sih. Terus meninggal di tempat. Kemudian dievakuasi ke Puskesmas untuk divisum, hasilnya memang murni meninggal karena petir. Sudah (Dimakamkan) tadi pagi. Itu memang areal persawahan yang luas, tidak ada tempat berlindung. Tapi kalau kejadian sampai dua orang korban di daerah situ ya baru sekarang. Intinya kalau ada hujan badai petir itu ya (berlindung),” jelas Koordinator Tagana Kabupaten Banyumas, Heriana Adi Chandra, Minggu (8/1/2017).

Lebih lanjut Heriana menjelaskan, tempat kejadian merupakan areal persawahan luas yang jarang pepohonon dan rawan sambaran petir. Warga setempat, menurut Heriana, kalau hujan datang memilih berteduh lantaran khawatir sambaran petir. Di tahun-tahun sebelumnya, banyak peristiwa sambaran petir. Tetapi, dua orang korban di satu saat adalah kejadian pertama di Desa Selandakan.

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pos Pengamatan Cilacap menyatakan Januari ini adalah musim puncak penghujan untuk daerah pegunungan tengah Jawa Tengah. Selain hujan deras, BMKG meminta warga mewaspadai petir dan angin kencang yang berpotensi terjadi. Hujan terjadi hampir merata sekira 550 milimeter di pegunungan tengah dan kisaran 400 milimeter untuk wilayah pesisir selatan.

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.