Menkes: Stok Serum Difteri Sudah Tersedia

Sebelumnya stok dikabarkan tak cukup hingga akhir tahun

Rabu, 27 Des 2017 22:34 WIB

Pekerja menunjukan vaksin yang mengandung komponen anti difteri sebelum di distribusikan, di Bandung, Jawa Barat, Senin (18/12). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Bogor- Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengklaim PT. Bio Farma memiliki stok Anti-Difteri Serum (ADS) sedikitnya 1200 vial. Sebanyak 500 ADS diantaranya merupakan hibah dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia memastikan Bio Farma akan mengimpor serum untuk menambah persediaan. Namun, Nila enggan menjelaskan tentang jumlah impor dan anggaran yang dialokasikan.

Baca juga: Kemenkes: Stok Obat Difteri ADS Diperkirakan Habis Sebelum Akhir 2017

"Kami sudah mendapatkan bantuan dari India. Kita impor (juga). Bio Farma masih ada 700 vial terus kemarin datang dari India 500 dan akan datang lagi. Itu pemberian dari WHO, yang baru dari India. Nanti diimpor ada lagi. Kita harus selalu sedia. Karena serum dibuat di india kita tidak membuat," kata Nila usai rapat di Istana Kepresidenan, Bogor, Rabu (27/12/2017).

Dalam rapat internal dengan Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri di Istana Bogor, Rabu (27/12) Nila mengaku mendapat perintah untuk melanjutkan penanganan yang telah dilakukan.

"Tetap kita lakukan penanganan langkah yang sudah dilakukan, ya ORI. Kita lakukan kebersihan juga. Juga misalnya kalau ada yang kena, tentu kita semua pakai masker," katanya sambil mengingatkan.

Nila memastikan pemberian imunisasi akan dilanjutkan dan diperluas. Saat ini imunisasi ulang di tiga provinsi yakni Jakarta, Banten dan Jawa Barat mencapai 50 persen. Imunisasi juga akan diperluas ke daerah-daerah lain yang memiliki kasus banyak.

"Jatim, Aceh, Sumatra Barat. Terus sampai nanti Januari, kita terus ke provinsi-provinsi yang memang terkena," kata Nila.

Sebelumnya produsen vaksin PT Bio Farma mengklaim sanggup mendapatkan obat anti-difteri ADS pesanan Kementerian Kesehatan dalam waktu dekat. Juru bicara PT Bio Farma Edwin Pringadi mengatakan telah menyiapkan anggaran Rp.3,2 miliar untuk membeli 2.000 vial ADS seperti yang diminta Kemenkes. 

Baca lainnya:

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.