Libur Natal Jalan Tol 'Kosong', Kemacetan Beralih Ke Tempat Wisata

Kemacetan atau penumpukan jumlah kendaraan beralih ke titik-titik tempat wisata, seperti di kawasan Anyer, Provinsi Banten maupun di kawasan Puncak di Jawa Barat.

Senin, 25 Des 2017 15:17 WIB

Jalan Jenderal Sudirman di Jakarta terlihat lengang, Senin (25/12/2017). (Foto: ANTARA/Reno Esnir)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR,Jakarta - Arus lalu lintas di berbagai daerah di Indonesia terpantau lantar saat libur Natal, Senin (25/12/2017). 

Kepala Bagian Operasi Korps Lalu Lintas Polri, Benyamin mengatakan tidak ada penumpukan arus lalu lintas baik di jalan-jalan tol maupun jalan nasional.

Benyamin mengatakan kemacetan atau penumpukan jumlah kendaraan beralih ke titik-titik tempat wisata, seperti di kawasan Anyer, Provinsi Banten maupun di kawasan Puncak di Jawa Barat. 

Benyamin mengatakan kepadatan arus kendaraan terjadi karena banyak warga yang ingin berlibur di tempat-tempat itu.

"Arus lalu lintas hari ini cenderung sepi di semua tempat. Jalan tol kosong, baik yang ke Merak, Jagorawi maupun tol Merak. Tetapi ada konsentrasi massa di beberapa tempat, walaupun sampai Senin siang belum terlalu ramai. Misalnya di Puncak, di Anyer, juga di beberapa tempat yang ada di Jakarta. Tapi rata-rata untuk hari ini tanggal 25 Desember lengang di semua tempat," kata Benyamin, saat dihubungi KBR, Senin (25/12/2017).

Benyamin menambahkan hari ini memang tidak sepadat hari sebelumnya karena masyarakat cenderung sudah sampai tujuan liburan mereka. Arus kemacetan yang terjadi sejak 22 hingga 24 Desember juga tidak terlalu mengkhawatirkan. 

Benyamin membenarkan adanya penumpukan arus kendaran di beberapa lokasi seperti di Pekalongan namun hal tersebut tidak berlangsung lama.

"Penyebap penumpukan kendaraan di Pekalongan itu karena pada hari pertama, kedua dan ketiga sampai Sabtu lalu ada peningkatan arus lalu lintas. Masyarakat yang keluar dari Jakarta menuju timur ada peningkatan 59 persen dibanding tahun lalu di waktu yang sama. Sehingga ketika melintas di Pekalongan tidak bisa tertampung, sehingga ada kemacetan," kata Benyamin.

Untuk libur Natal, kata Benyamin, potensi kemacetan biasanya terjadi di kota-kota besar seperti Bandung. Namun kemacetan hanya terjadi di ruas jalan menuju tempat wisata saja. 


Pria berpakaian Santa Claus menyapa pengunjung Taman Wisata Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Senin (25/12/2017). (Foto: ANTARA/Anis Efizudin) 

Bahkan untuk Jakarta, kata Benyamin, tidak ada penumpukan kemacetan karena arus keluar kendaraan lebih banyak dibandingkan arus masuk.

"Jakarta enggak macet. Hanya Bandung karena menjadi tujuan wisata. Jadi sekarang tempat wisata yang macet. Kalau jalan tol atau jalan nasional enggak. Sedangkan nanti kota besar rawan macetnya ketika bertepatan dengan tahun baru." tambah Benyamin.

Ia mengimbau masyarakat tetap waspada dalam berkendara, walau arus lalu lintas lengang. Benyamin juga menyarankan warga yang hendak kembali ke Jakarta tidak memilih hari-hari mendekati akhir libur, karena akan berdampak pada penumpukan kendaraan di jam-jam rawan seperti pagi dan sore.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.