Kemenlu Pertimbangkan Ajukan Ekstradisi WNI Istri Pemimpin Teroris Maute

Minhati merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi istri salah satu pimpinan kelompok teroris Maute, Omar Khayyam yang beroperasi di Marawi.

Selasa, 07 Nov 2017 12:37 WIB

Keluarga Maute buronan pemerintah Filipina. Suami istri Cayamore dan Farhana Maute dikabarkan telah ditangkap polisi Filipina pada Juni lalu. Umar Maute merupakan suami dari Minhati Madrais. (Foto: PNP Philippine National Police)

KBR, Jakarta - Kementerian Luar Negeri RI melalui Konsulat Jenderal (KJRI) di Davao Filipina telah memperoleh akses untuk menemui Minhati Madrais alias Minhati Maute. 

Minhati merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi istri salah satu pimpinan kelompok teroris Maute, yaitu Omar Khayyam Maute yang beroperasi di Filipina bagian selatan. 

Selain Minhati, Kepolisian Filipina juga menangkap Ilham Syaputra, WNI yang diduga bergabung dengan milisi ISIS di Marawi. Kemenlu mendapat kabar penangkapan Ilham Syaputra pada Jumat 3 November 2017.

Direktur Jenderal Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal dalam rilis yang diterima KBR menjelaskan, saat ini Minhati bersama enam anaknya berada di kantor kepolisian Iligan City, di Provinsi Lanao del Norte, di wilayah Mindanao, Filipina. 

"Mereka dalam keadaan sehat dan memperoleh perlakuan yang baik dari Kepolisian Iligan City. Kepolisian Iligan City masih menunggu lebih lanjut arahan dari Manila terkait penanganan Minhati dan anak-anaknya, termasuk apakah Minhati akan diproses hukum di Manila atau di Iligan City," kata Iqbal.

Selain itu, kata Iqbal, Pemerintah Indonesia juga tengah mempertimbangkan untuk mengajukan ekstradisi terhadap Minhati. Namun, permohonan ekstradisi harus memenuhi kriteria tertentu.

"Ekstradisi hanya bisa diajukan jika seseorang terbukti melakukan tindakan kriminal di Indonesia dan sudah ada putusan pengadilan. Karena itu, baik untuk kasus Minhati Madaris maupun Ilham Syaputra, kami akan berkomunikasi dengan penegak hukum apakah ada tindakan pidana yang mereka lakukan di Indonesia," kata Lalu Muhammad Iqbal.

Iqbal melanjutkan, apabila ada tindak pidana dan sudah ada putusan pengadilan maka peluang untuk mengajukan permohonan ekstradisi terbuka lebar. 

"Tapi jika tidak maka akan diproses hukum oleh Filipina," kata Iqbal.

Minhati Madrais ditangkap otoritas keamanan Filipina pada Minggu lalu. Saat menangkap Minhati, aparat keamanan setempat juga menyita sejumlah barang yang diduga terkait bahan peledak. 

Suami Minhati, yaitu Omar Khayyam Maute merupakan salah satu anak dari pasangan Cayamore Maute dan Farhana Maute, dua petinggi kelompok Maute yang menjadi kelompok simpatisan ISIS terbesar dan mematikan di Filipina bagian selatan. Cayamore dan Farhana telah ditangkap pada Juni 2017 di Mindanao. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Pimpinan DPR Kritik Keputusan Pemerintah Impor Beras Tanpa Rekomendasi Kementan

  • Pertemuan Bilateral Bersama Menhan AS, Ryamizard Akui Belum Mau Beli Alutsista Sekarang
  • Ditetapkan Sebagai Tersangka, Bupati Kebumen Berniat Mengundurkan Diri
  • UE Yakinkan Abbas Yerusalem Timur Jadi Ibu Kota Palestina

Presiden Joko Widodo menyerukan agar PR anak-anak sekolah tak hanya urusan menggarap soal. Tapi melakukan hal-hal yang terkait kegiatan sosial dan lingkungan.