Keluarga Martinus Bantah Polda Papua: Omong Kosong!

Martinus Benal dinyatakan hilang sejak Selasa, 7 November 2017. Martinus merupakan pekerja PT Pangansari Utama, perusahaan rekanan penyedia jasa katering PT Freeport Indonesia.

Senin, 13 Nov 2017 11:49 WIB

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Keluarga Martinus Benal menyebut polisi berbohong mengenai keberadaan Martinus, salah seorang pekerja perusahaan rekanan PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua. 

Martinus Benal dinyatakan hilang sejak Selasa, 7 November 2017. Martinus merupakan pekerja PT Pangansari Utama, perusahaan rekanan penyedia jasa katering PT Freeport Indonesia. 

Anak kandung Martinus, Titus Benal mengatakan ayahnya hilang dalam perjalanan menuju rumah keluarga di Opitawak.

Polisi sebelumnya mengabarkan sudah menemukan jenazah Martinus dan menyerahkan jenazah itu ke keluarga untuk dimakamkan. Namun, kata Titus Benal, hingga Minggu 12 November 2017, keluarga belum menerima jenazah Martinus. Polisi juga belum mengabarkan keluarga mengenai kematian Martinus.

"Kenyataannya saya sebagai keluarga korban, mayatnya belum ada di tangan saya. Itu omong kosong, sama sekali. Itu tidak boleh dipercaya. Saya belum terima jenazah ini," kata Titus kepada KBR, Minggu (12/11/2017).

Pada Jumat, 10 November 2017, Polda Papua menyebutkan Martinus ditemukan tewas di lokasi yang mereka sebut sebagai kamp Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM). Juru bicara Polda Papua Mustofa Kamal mengatakan jenazah Martinus langsung dimakamkan pihak keluarga.

Pernyataan itu dibantah anak Martinus, Titus Benal. Ia mengatakan keluarga masih menunggu kepastian apakah jenazah Martinus Benal akan diserahkan kepada mereka. Usai mendengar kabar kematian Martinus dari pemberitaan media, menurutnya, keluarga sudah mencoba mendatangi kepolisian. Namun mereka tidak ditanggapi.

"Kemarin ada beberapa ibu ke pihak kepolisian. Tapi di sana juga karena mereka lihat kepolisian juga sibuk, akhirnya mereka tidak langsung bicara dengan kepolisian. Mereka kembali," kata Titus.

Baca juga:

Sementara itu, beredar video yang mengklaim dari Komando Daerah Pertahanan (KODAP) III Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TPN-OPM). Dalam keterangan video, rekaman itu dibuat pada Rabu, 8 November 2017.

Rekaman video itu berisi gambar seorang pria yang menyatakan sebagai staf Makodap III TPN-OPM---polisi menyebut mereka sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Di belakangnya berdiri belasan orang dengan berbagai senjata.

Pria itu membenarkan adanya kabar pemerkosaan di Papua, namun membantah pelakunya dari anggota TPN-OPM. TPN-OPM menuding pelaku pemerkosaan adalah mata-mata dari intelijen TNI/Polri.

"Mereka sengaja melakukan tindakan pemerkosaan itu untuk merusak nama baik TPN-OPM. Jadi saya tegaskan menolak tuduhan itu. Saya mau membenarkan kronologis kejadian pemerkosaan itu, bahwa itu bukan dari kami TPN-OPM," kata pria tersebut.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Konsultasi Tahunan RI-Malaysia, Jokowi Minta Pendidikan Anak Buruh Migran Diperhatikan

  • Jalur Bandung Longsor, Perjalanan KA Dialihakn Melalui Cirebon
  • Bangkai Kapal Jepang Ditemukan, Kondisi 5 WNI Tak Diketahui
  • Gilas Celtic 7-1, PSG Ukir Rekor Baru di Liga Champions