Suap Jaksa Jatim 1.5 M, Pengusaha jadi Tersangka

"Penyuapan itu gayung bersambut kan, si penerima menerima itu untuk memenuhi permintaan si penyuap,"

Jumat, 25 Nov 2016 13:50 WIB

Ilustrasi

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Bogor- Kejaksaan Agung menetapkan Abdul Manaf (AM) sebagai tersangka, dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Kejagung terhadap salah satu Jaksa di Kejati Jawa Timur. Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, Abdul Manaf adalah pemberi suap terhadap Ahmad Fauzi (AF). AM memberi suap, supaya terbebas sebagai tersangka, dalam kasus penjualan aset tanah kas desa.

"Si pemberi suap (AM), tadi dapat informasi dari Jampidsus, sudah dijadikan tersangka. Berarti ini suap, penyuapan. Penyuapan itu gayung bersambut kan, si penerima menerima itu untuk memenuhi permintaan si penyuap," katanya usai menutup Rakernas Kejagung di Bogor, Jumat (25/11).

Prasteyo menjelaskan, AM sendiri sudah ditangkap oleh tim Kejaksaan Agung di. Selanjutnya, AM akan dilakukan pemeriksaan untuk nantinya dilakukan upaya penahanan.

Sebelum Kejaksaan Agung melakukan   operasi tangkap tangan.Semula AM sebagai pembeli  berstatus saksi dalam kasus penjualan aset tanah  kas desa pada BPN Kabupeten Sumenep, di Desa Kalimook, Sumenep, Jatim, pada 2014-2015.  Sebelumnya, Kejati Jawa Timur telah menetapkan Wahyu Sudjadmiko selaku Kasi Survei Pengukuran dan Pemetaan, Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kepala BPN Jatim Nurharmin sebagai tersangka.

Sedangkan jaksa AF menjadi tim penyidik dalam kasus tersebut. Pada saat proses berjalan, AM melakukan komunikasi dengan AF, yang berujung dengan penyuapan terhadap AF, karena AM tidak ingin menjadi tersangka. Kini keduanya  menjadi tersangka oleh Kejagung dalam kasus penyuapan. Uang sebanyak 1,5 miliar menjadi barang bukti dalam kasus penyuapan ini.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR