Sidang Umum, Menteri Susi Minta Interpol Beri Perhatian pada Kejahatan Maritim

"Memang melibatkan multi nasional dan sebaiknya interpol itu mengambil peran yang penting karena sangat dibutuhkan saat ini."

Rabu, 09 Nov 2016 13:13 WIB

Ilustrasi: Penenggelaman kapal pencuri ikan (Sumber: KKP)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Bali- Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti meminta Interpol memberi perhatian pada kejahatan maritim. Susi menyampaikan itu saat menjadi  pembicara dalam sidang umum Interpol ke 85 di Nusa Dua Bali.

Kata Susi  dalam tatanan dunia yang semakin canggih saat ini tindak kriminalitas kelautan juga semakin tinggi. Kata dia Indonesia sangat serius dan tegas dalam memberantas kejahatan kelautan.

Kata Susi, kejahatan maritim  bukan sekadar illegal fishing tetapi  pencurian ikan yang melibatkan banyak negara. Pasalnya dalam satu kapal, anak buah kapal (ABK) bisa dari banyak negera, benderanya bisa dua puluh negara, kepemilikan kapal bisa berganti belasan negara dalam satu tahun.

"Memang melibatkan multi nasional dan sebaiknya interpol itu mengambil peran yang penting karena sangat dibutuhkan saat ini. Indonesia bisa begitu tegas karena Presiden memberikan dukungan politik penuh  sebagai pemimpin negara untuk menjadikan laut masa depan terlaksana," ujar Susi, Rabu (09/11).

Kata dia pemberantasan praktek pencurian ikan tidak mudah karena melibatkan uang yang sangat besar, keuntungan yang luar biasa. Bukan hanya perikanan tetapi juga narkoba, miras, rokok yang dibawa dan diselundupkan antar negara.

Kata dia dengan Satgas 115 bentukan pemerintah diinginkan banyak negara. Pasalnya badan yang dibentuk pemerintah  melibatkan banyak lembaga  yang bekerjasama di antaranya dari Polisi air, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan kejaksaan. 

Selain Menteri Susi Pudjiastuti Indonesia juga diwakili Kapolri Tito Karnavian sebagai  pembicara. Sidang Umum Interpol ke 85 di Bali diikuti sekitar 2000 orang perwakilan dari 190 negara.

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Perpanjangan Pansus KPK Boroskan Duit Negara

  • Saksi Ahli Novanto Sebut KPK Terlalu Dini Tetapkan Tersangka
  • Densus Antikorupsi Polri Ditargetkan Balikan Uang Negara 900 Miliar Lebih
  • Pemkot Medan Ambil Alih Pasar Pringgan