Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Peringatan Kemerdekaan Papua

"Kalau itu melanggar dilarang dong. Gimana, ini negara Indonesia Proklamasi 17 Agustus, kalau ada proklamasi lain ya dilarang.

Selasa, 29 Nov 2016 14:06 WIB

Ilustrasi: Papua itu Kita. (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto melarang kegiatan perayaan hari kemerdekaan Papua 1 Desember. Ia beralasan, kegiatan itu melanggar konsitusi.

Kata dia, pihak yang tetap merayakan dipastikan bakal ditangkap

"Kalau itu melanggar dilarang dong. Gimana, ini negara Indonesia Proklamasi 17 Agustus, kalau ada proklamasi lain ya dilarang. Kalau kemudian tetap melaksanakan itu ditangkap karena itu jelas-jelas sudah melanggar undang-undang," kata Wiranto di Kemenkopolhukam, Selasa (29/11/2016).

Wiranto mengklaim pihak yang memperjuangkan kemerdekaan Papua hanyalah kelompok kecil. Kata dia, pemerintah bakal menjawab suara protes dan kritikan dengan fokus mempercepat pembangunan di Papua.

"Supaya kebijakan-kebijakan pemerintah yang memang diharapkan bisa mempercepat pembangunan di sana, bisa menjawab berbagai opini yang miring tentang Papua. Ada di sana, katanya ketidakadilan, pembangunan yang terlambat, kemudian dikatakan di sana Pepera tidak sah, dan banyak pelanggaran HAM dan sebagainya, itu akan kita jawab dengan realitas," ujar dia. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.