Gagalkan Penyelundupan 100 Kg Sabu, Sri Mulyani: Kami Selamatkan 900 Ribu Jiwa

"Kalau kita perhatikan, seluruh sabu dan happy five ini bisa mengancam hampir satu juta masyarakat Indonesia."

Jumat, 18 Nov 2016 18:24 WIB

BNN dan Dirjen Bea Cukai berhasil menyita barang bukti 100,615 kg sabu dan 300.250 butir Happy Five dengan tiga orang tersangka yang terdiri dari dua WNA Taiwan serta seorang WNI di Kompleks Perguda


KBR, Jakarta- Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan negara telah menyelamatkan setidaknya 900 ribu jiwa karena menggagalkan penyelundupan 100,615 kilogram sabu dan 300.250 butir pil Happy Five (H5) dari sindikat perdagangan narkotika asal Taiwan. Sri mengatakan, penggagalan penyelundupan narkotika itu menjadi sebuah capaian yang besar karena telah menyelamatkan banyak nyawa.

Kata dia, penggagalan penyulundupan itu merupakan hasil kerja antara Badan Narkotika Nasional (BNN) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai).

"Ini bisa menyelamatkan Indonesia dari penyelundupan ini. Kalau kita perhatikan, seluruh sabu dan happy five ini bisa mengancam hampir satu juta masyarakat Indonesia. Jadi sebetulnya, dengan menyita barang sebanyak ini, bisa selamatkan 900 ribu generasi muda yang berpotensi mengonsumsi barang yang berbahaya ini," kata Sri di kantor BNN, Jumat (18/11/16).

Sri mengatakan, informasi tentang upaya penyelundupan narkotika itu berasal dari BNN yang kemudian disampaikan kepada Ditjen Bea dan Cukai. Kedua lembaga itu lantas mendeteksi keberadaan narkotika dalam paket barang impor berupa furniture dari Taiwan di pelabuhan bongkar Tanjung Priok, Jakarta, menggunakan anjing pelacak. Saat pengambilan barang impor itulah, kata Sri, BNN bersama Kepolisian dan TNI menangkap para pemiliknya. Sri berujar, operasi penangkapan itu sangat berbahaya karena para pemilik narkotika itu juga memiliki senjata api.

Hari ini, BNN serta Ditjen Bea dan Cukai mengumumkan penggagalan penyelundupan terhadap 100.615 gram sabu dan 300.250 butir H5, beserta tiga orang tersangka yang terdiri dari dua warga berkebangsaan Taiwan berinisial YJCH (33) dan HCHL (35), serta seorang WNI berinisial ZA (31). Mereka ditangkap di kompleks pergudangan Sentral Kosambi, Dadap, Tanggerang, Banten, tiga hari lalu. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

RSUD Agats Kabupaten Asmat Tak Mampu Tampung Pasien Gizi Buruk

  • Proyek Jalan Tol Padang-Pekanbaru Dimulai Akhir 2018
  • PM Selandia Baru Hamil Anak Pertama
  • Catatan Tak Terkalahkan Barcelona Terhenti

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.