Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Foto: Antara


KBR, Jakarta- Relawan Joko Widodo melaporkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ke Bareskrim Polri atas dugaan penghasutan dan makar. Pelaporan ini dilakukan untuk orasi Fahri ketika ikut turun di aksi 4 November lalu. Perwakilan dari relawan, Birgaldo Sinaga, menyayangkan sikap Fahri yang dinilai mereka tidak pantas sebagai wakil rakyat.


"Seharusnya saudara Fahri Hamzah sebagai anggota DPR tahu fungsinya. Tahu tugas pokok dan fungsinya. Namun di sana dia lupa, bahwa dia bukan seperti anggota DPR. Tapi seorang demonstran yang menunjukan rasa kebencian dan permusuhannya," kata Birgaldo di Bareskrim, Rabu(9/11).

Mereka melaporkan Fahri Hamzah telah melanggar pasal 160 KUHP dan pasal 104 KUHP. Barang bukti yang dibawa berupa berita dari media online terkait orasi Fahri dan video rekaman orasinya.

Pada orasinya 4 November lalu, Fahri menyerukan bahwa ada dua cara untuk menurunkan presiden. Pertama, ujar dia, menurut lembaga parlemen. Jalan lainnya adalah melalui parlemen jalanan. Ucapan itu dinilai oleh para relawan berisi hasutan yang akhirnya memperpanas suasana demonstrasi.

"Sampai akhirnya setelah pernyataan Fahri itu ada seruan-seruan, "Turunkan Jokowi!". Dan demo yang harusnya selesai pukul 6 jadi tidak bubar."

Kemarin, Mabes Polri telah menyatakan bahwa pihaknya sedang meneliti apakah ucapan Fahri tersebut mengandung unsur perbuatan makar. Jika nantinya terdapat unsur pidana makar, Kapolri Tito menegaskan kepolisian akan menindak kasus itu.

Baca juga:


Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!