Baku Tembak di Sulteng, Satu Tewas

Tim sempat memberikan kata sandi Tinombala kepada dua orang itu, namun dua orang itu tak membalas dan hanya melarikan diri ke arah barat daya.

Jumat, 11 Nov 2016 09:27 WIB

Ilustrasi. Satgas Tinombala membawa jenazah Adji Pandu Suwotomo alias Sabron, DPO kelompok Santoso, pada 19 September 2016. (Foto: Aldrim Thalara/KBR)



KBR, Poso - Satuan Tugas (Satgas) Tinombala terlibat baku tembak dengan orang tak dikenal bersenjata di Dusun Kuala Air Teh, Desa Salumbanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi, Sulawesi Tengah pada Kamis (11/11/2016).

Kontak tembak melibatkan Satgas Tinombala dari tim Alfa 29 dan Alfa 27 dengan dua orang tak dikenal. Kontak tembak berawal dari penyisiran Satgas di wilayah Sektor 1. Tim sempat memberikan kata sandi Tinombala kepada dua orang itu, namun dua orang itu tak membalas dan hanya melarikan diri ke arah barat daya.

Tim pun melakukan pengejaran dan melakukan tembakan peringatan. Juru bicara Polda Sulawesi Tengah Hari Suprapto mengatakan dua orang itu sempat melakukan perlawanan dengan melemparkan bom lontong ke tim Satgas.

"Waktu dilakukan pengejaran, tim menerima serangan berupa lemparan bom lontong atau bom rakitan. Disitulah satu orang tak dikenal (OTK) meninggalkan dan satunya lagi melarikan diri," kata Hari.

Baca: Ini Buruan Utama Satgas Tinombala di Poso

Dalam baku tembak itu, satu orang tewas dari kelompok bersenjata. Sementara satu orang lagi melarikan diri. Satgas Tinombala belum bisa mengevakuasi jenazah karena terkendala medan yang berat dan cuaca buruk.

Satgas Tinombala merupakan gabungan dari pasukan TNI dan Polri yang memburu kelompok teroris Santoso.

Dalam perburuan Kamis kemarin, Satgas juga menemukan sejumlah barang seperti tiga buah bom lontong dan lain-lain. Satgas juga menemukan barang lain seperti pakaian, bahan makanan, tas, obat-obatan dan benda-benda lain.

Belum diketahui apakah mereka merupakan anggota kelompok Santoso. Santoso merupakan pimpinan dari kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Ia tewas dalam perburuan Satgas Tinombala pada 18 Juli 2016. Mabes Polri meyakini Santoso dan MIT memiliki hubungan dengan kelompok teroris ISIS.  

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi