Imam besar FPI Rizieq Sihab. (Foto: Youtube.com)

KBR, Jakarta - Media sosial Twitter dan Facebook dihebohkan dengan beredarnya rekaman video ceramah Imam Besar FPI Rizieq Syihab.

Dalam ceramah yang diunggah di media berbagi video Youtube tanpa tanggal itu, Rizieq menyebut hadits nabi yang menyinggung tentang ulama' suu' (ulama buruk). Rizieq juga memberi penjelasan mengenai hadits itu.

"..Ulama yang suu', ulama yang bejat. Ulama yang buruk. Ulama yang busuk. Ulama yang suka memutar balikkan ayat. Yang mengharamkan yang halal, menghalalkan yang haram, kaum zindiq (tidak teguh), yang menggunakan ayat-ayat Alquran untuk membenarkan kemunkaran dan kebatilannya," kata Rizieq Syihab dalam video tanpa tanggal tersebut.

"Jadi kata Nabi, ini lebih berbahaya dari Dajjal, lebih menakutkan dari Dajjal. Dia nipu umat pakai ayat Alquran. Dia nipu umat pakai hadits nabi. Naudzubillah min dzalik," kata Rizieq.

Rizieq juga meminta umat Islam selektif dan tidak sembarangan memilih guru dalam belajar agama Islam.

Video itu diunggah di Youtube oleh sejumlah akun, mulai versi pendek hingga panjang. Diantaranya diunggah akun 'Video Terbaru' berdurasi 2.17 menit yang sudah ditonton lebih dari 3,700 kali, atau video unggahan akun 'World Vids' ditonton lebih dari 4,500 kali.

Video itu disebarkan sejumlah pemilik akun Twitter dan langsung mendapat berbagai reaksi dari para follower mereka. Video itu menyebar luas setelah dicuit oleh 'selebtwit' dengan follower (pengikut) ribuan.

Misalnya, melalui akun milik pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika Philadelphia Ahmad Sahal @sahal_AS yang memiliki 95 ribu follower, dosen Fakultas Hukum Universitas Monash Australia Nadirysah Hosen @Nadir_Monash (16 ribu follower), pendiri Jaringan Islam Liberal Luthfi Assyaukanie dengan akun @idetopia (70 ribu follower), hingga pemilik akun @kurawa (166 ribu follower) dan Jerink, musisi grup musik Superman Is Dead (SID) lewat akun @JRX_SID (360 ribu follower).

Rizieq vs Ahok

Komentar bermunculan karena dalam video itu Rizieq Syihab juga menyebut kalimat 'nipu umat pakai ayat Alquran, nipu umat pakai hadits nabi'.

Pernyataan itu kemudian dibandingkan dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengatakan 'dibohongi pakai Almaida 51', yang kemudian dianggap menista agama dan Alquran.

Video pernyataan Ahok yang diunggah oleh seseorang bernama Buni Yani lewat akun Facebook yang kemudian memicu aksi demonstrasi puluhan ribu orang karena dianggap menistakan Alquran.

Di akun FB, Buni Yani menulis transkrip pernyataan Ahok, ".. Bapak-ibu [pemilih Muslim]... dibohongi Surat Al Maidah 51"... [dan] "masuk neraka [juga Bapak-Ibu] dibodohi".

Belakangan Buni Yani mengakui kesalahan karena tidak lengkap menulis pernyataan Ahok itu di akun Facebooknya, karena menghilangkan kata 'pakai'. Padahal semestinya "... dibohongi pakai surat Al Maidah 51..".

Penghilangan kata 'pakai' pada transkrip itu kemudian dipersoalkan kalangan yang tidak setuju dengan tuduhan penistaan agama dan Alquran terhadap Ahok. Karena penghilangan kata 'pakai' sudah mengubah arti.

"Makan pakai sendok berbeda dengan makan sendok" atau 'dikejar kuda beda artinya dengan dikejar pakai kuda", begitu analogi yang kerap dipakai pihak yang tidak setuju dengan stempel penista agama pada Ahok.

Namun bagi kalangan yang menganggap Ahok menistakan agama, hilangnya kata 'pakai' itu tidak mengubah makna. "Disambit batu dengan disambit pakai batu sakitnya sama" begitu analogi yang dipakai kalangan anti-Ahok. Ada kata 'pakai' atau tidak, sama saja.

Beredarnya video Rizieq Syihab yang mengatakan: 'nipu umat pakai ayat Alquran, nipu umat pakai hadits nabi', membuat perdebatan ramai kembali. Video Rizieq ini dianggap sebagai pembanding yang pas dengan rekaman video Ahok.

"Alhamdulillah. Saya dapat kiriman dari grup WhatsApp. Selesai sudah persoalan dengan 'penjelasan' Rizieq Syihab ini," kata dosen Fakultas Hukum Universitas Monash Australia Nadirysah Hosen lewat akun Twitternya.

Banyak akun Twitter yang memposting video itu, namun postingan Nadirsyah Hosen paling banyak mendapat tanggapan.

"Jadi yang ulama yang benar itu cuma Rizieq ya? Kalau ulama-ulama itu bohong pakai kitab suci kenapa mereka tidak dilaporin ke polisi?" komentar pemilik akun @rikicoy.

"Menuding Ahok salah, tapi Habib juga munafiq," cuit Mustaan Ali pemilik akun @Mustaan.

"Clear ya dengan video ini, bedanya kalau Rizieq yang bicara nggak jadi masalah tapi kalau Ahok jadi masalah," begitu cuit pemilik akun @embah72.

Namun banyak juga yang tetap membedakan pernyataan Rizieq dan Ahok.

"Kaum munafikun dan kafir tidak bisa disamakan dengan Habib Rizieq, ulama istiqomah," kata pemilik akun @HumairohBalqis.

Gara-gara perdebatan makna soal ada tidaknya perbedaan makna itu, tanda pagar (tagar/hashtag) #pakai menjadi topik teratas di Twitter. Namun trending 'pakai' kemudian tergusur tagar #TanpaPakaiJadiFatal yang 'adu kuat' dengan #JanganMauDibohongiPakai. Dua tagar itu sama-sama menjadi trending dengan memanfaatkan akun penyelenggara kuis di Twitter.

 Berikut video pernyataan Rizieq Syihab.

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!