Penuntasan Penyerangan Novel, KPK Berencana Temui Kapolri

Rencana menemui dilakukan lantaran tak ada perkembangan penting terkait penuntasan kasus penyerangan Novel

Selasa, 10 Okt 2017 13:47 WIB

Aksi teatrikal penyerangan penyidik Senior KPK Novel Baswedan. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  bakal kembali menemui Kepala Kepolisian Indonesia untuk menanyakan perkembangan penuntasan kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan dalam waktu dekat. Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengatakan hal itu dilakukan karena belum ada perkembangan penyelidikan yang signifikan oleh Kepolisian terkait kasus tersebut.

Dia menegaskan, KPK mendesak dan mendukung penuh agar penuntasan kasus ini bisa segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

"Prinsipnya KPK mendukung penuh termasuk pemberian bantuan hukum. Tapi kalau soal sampai mana penanganannya mungkin lebih baik ditanyakan saja pada pihak kepolisian. (Koordinasi dengan polisi gimana? Soalnya seperti tidak ada perkembangannya ini)  Ya nanti kita akan liat kembali kita mungkin akan ke sana lagi untuk menanyakan bagaimana perkembangannya," ucapnya kepada wartawan di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (10/10).

Kemarin Tim penyidik Polda Metro Jaya masih kesulitan untuk melanjutkan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Setelah 3 sketsa terduga pelaku tidak sinkron, penyidik mengaku akan terus menggali keterangan dari para saksi.

Juru Bicara Polda Metro Jaya, Argo Yuwono mengatakan, beberapa keterangan saksi sebelumnya tidak dapat membantu penyelidikan. Hal itu karena saksi tidak bisa mengenali wajah pelaku penyiraman. Begitu juga dengan CCTV yang selama ini menjadi kunci.

"Kita masih mencari saksi yang lebih mengetahui secara pasti, siapa pelakunya. Kemarin kita sudah data cctv apakah jelas atau tidak. (Hasilnya?) Belum ada," katanya pada KBR, Senin (09/10/17)

Argo menjelaskan, saat ini penyidik mengaku akan memintai keterangan kembali terhadap warga yang berada di dekat kediaman Novel. Itu dilakukan karena masih ada beberapa warga lagi yang ingin dimintai keterangan.

"Tentu kita periksa warga yang mengetahui. Kan sekarang CCTV belum bisa bantu, saksi-saksi belum bisa bantu. Ya sekarang kita mau tanyakan saksi lagi di sana (kediaman Novel). Kalau yang sudah mengetahui ya sudah," jelasnya.

Argo pun masih belum bisa memastikan apakah penyidik akan memeriksa kembali Novel di Singapura atau tidak. Hal itu menurutnya menunggu hasil analisa dari penyidik.

"Kalau itu masih tunggu analisis penyidik. Kalau diperlukan ya dilakukan," pungkasnya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau