BBM Satu Harga, Stafsus Presiden untuk Papua Kecam Menhub

Staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya mengecam menteri perhubungan yang menyediakan pesawat pengangkut BBM

Sabtu, 14 Okt 2017 10:00 WIB

Ilustrasi: Pekerja memindahkan BBM satu harga ke dalam drum berkapasitas 300 liter untuk didistribusikan ke Pulau Saparua di Pelabuhan Bongkar Muat Dermaga Tulehu, Maluku Tengah, Maluku, Selasa (3/10). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya menyatakan kebijakan satu harga BBM di Papua belum maksimal. Kata dia, harga di masyarakat, terutama wilayah pedalaman masih tinggi.

Dia mengkritik kinerja Kementerian Perhubungan karena tidak menyediakan pesawat pengangkut BBM. Di sisi lain, sejumlah pesawat milik masyarakat setempat malah dibiarkan menganggur lantaran tidak diberikan izin terbang.

"Ini menteri harus tekan orang-orang yang bekerja di belakang itu, tidak benar semua. Saya mendukung program Presiden. Kalau menteri mendukung program Presiden, kasih lah pesawat-pesawat bisa membantu untuk jangkauan itu. Kan di sana butuhnya pesawat kecil. Pak Menteri tidak kasih izin sampai hari ini. Pak Setneg juga kasih surat ke Menteri Perhubungan, sampai sekarang ini surat izin tidak dikeluarkan. Ini sudah hampir setahun," kata Lenis di Sekretariat Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (13/10/2017).

Lenis menambahkan, harga bahan pokok juga masih tinggi di Papua. Ia menduga hal ini disebabkan bahan pokok subsidi dari pusat jatuh ke tangan swasta. Dia mengusulkan agar tiap kabupaten membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengelola sembako subsidi dari pusat. Dengan adanya BUMD ini, masyarakat bakal mendapatkan harga yang sama dengan di pulau Jawa.

"Selama ini saya amati bahwa barang turun dari sini (pusat) ke Papua, langsung di tangan swasta. Maka harga semakin naik, subsidi tidak jalan. Jadi arahkan, pemerintah Papua punya kewajiban buka BUMD," ujar dia. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.