3 Tahun Jokowi-JK, Survei Indikator 68,3 Persen Puas

Survei yang dilakukan oleh Indikator sejak 17 hingga 24 September 2017 dengan 1220 responden menunjukkan sebanyak 68,3 persen responden merasa puas dengan kinerja Jokowi.

Rabu, 11 Okt 2017 17:57 WIB

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: Setkab)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin MT mengatakan  masyarakat Indonesia puas dengan kinerja Presiden Jokowi selama masa jabatannya. Survei yang dilakukan oleh Indikator sejak 17 hingga 24 September 2017 dengan  1220 responden menunjukkan  sebanyak 68,3 persen responden merasa puas dengan kinerja Jokowi.

“Sample explore kami itu disokong dari kelompok pemilih perempuan, kemudian kuat di pemilih pedesaan, kemudian tingkat pendidikan menengah ke bawah, dan terutama mereka yang tinggal di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi secara umum dan Indonesia bagian Timur. Sementara untuk wilayah Sumatera, Jawa Barat dan Banten itu relatif pak Jokowi masih banyak hal yang harus ditambal,” ujar Burhanuddin  kepada wartawan, Rabu (11/10/2017).

Sedangkan untuk pemilih muda menurut Burhanuddin  cenderung tidak memilih Jokowi, termasuk dengan pemilih di daerah kota pertengahan seperti Bandung, Palembang, Pekanbaru dan Padang. Menurutnya segmen tersebut merupakan kelemahan dari Jokowi sehingga untuk berjuang di pemilihan selanjutnya Jokowi harus bisa memenangkan banyak suara di daerah tersebut.

Selain pada segmen tersebut, Burhanuddin  juga mengatakan beberapa etnis seperti Minang, Sunda dan Madura cenderung tidak memilih Jokowi, apalagi menurutnya, etnis Minang cenderung selalu merasa tidak puas dengan kinerja yang lakukan oleh Jokowi, hal itu terjadi karena perbedaan konsep pemimpin antara etnis Jawa dan Minang.

“Konsep pemimpin masyarakat Minang berbeda dengan konsepsi ideal pemimpin bagi masyarakat Jawa yang cenderung lebih menyukai pemimpin yang apa adanya dan dekat dengan rakyat itu menarik. Namun buat orang Minang pemimpin harus memiliki penampilan yang meyakinkan, maka pada saat pemilihan lalu walaupun Jusuf Kalla memiliki istri orang Minang, masyarakat tidak memilih dia tapi lebih memilih SBY,” Ujar Burhanuddin.

Burhanuddin  juga mengatakan dari 10 simulasi untuk menguji kepuasan masyarakat Indonesia terhadap kinerja Jokowi, semua hasil yang didapat menunjukan tingkat kepuasan masyarakat meningkat. Namun ketika disinggung mengenai posisi Jokowi di Pilpres selanjutnya, Baharuddin mengatakan masih terlalu dini menganggap posisinya aman, karena masih banyak faktor dan kemungkinan yang terjadi.

“Jangan mengira-ngira, masih jauhlah itu masih 2 tahun lagi, masih banyak kemungkinan, bahkan ada kemungkinan elektabilitas calon lain meningkat dan Jokowi turun.” Ujar Burhanuddin .


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi