Presiden Lantik Jonan Jadi Menteri ESDM

Turut dilantik Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM

Jumat, 14 Okt 2016 13:42 WIB

Menteri ESDM Ignasius Jonan. (KBR/Danny)

Menteri ESDM Ignasius Jonan. (KBR/Danny)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo   melantik Ignasius Jonan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM. Acara pelantikan dimulai pukul 13.30 WIB di Istana Negara.

Acara pelantikan dihadiri sejumlah menteri, kepala lembaga, di antaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly,  Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kepala BIN Budi Gunawan, Jaksa Agung Prasetyo, dan Menteri Pariwisata  Arief Yahya.

Sebelumnya, jabatan Menteri ESDM telah kosong sejak Archandra Tahar diberhentikan pada 15 Agustus 2016 lalu. Arcandra   dicopot setelah 20 hari menjabat karena   memiliki kewarganegaraan ganda.

Selama dua bulan terakhir, jabatan Menteri ESDM ini dilimpahkan kepada Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.