Ilustrasi: Aksi menolak tambang emas Tumpang Pitu, Banyuwangi. (Foto: Antara)


KBR, Banyuwangi- Puluhan Mahasiswa Yang tergabung dalam  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berunjukrasa di gedung DPRD Banyuwangi. Mereka menolak penambangan emas di kawasan Gunung Tumpang Pitu yang dilakukan oleh PT Bumi Suksesindo (BSI).

Koordinator Aksi PMII Banyuwangi Usman dalam orasinya mengatakan, tambang di tumpang pitu  merusak lingkungan sekitar. Dalam jangka panjang kata Usman, penyusutan Gunung akan terjadi, sehinggah mengakibatkan kurang kokohnya penghadang mata angin,  rusaknya kadar tanah akibat penambangan yang membutuhkan waktu lama dalam perbaikannya.

“Tidak ada peradaban tanpa tambang, tetapi manusia bisa hidup tanpa adanya tambang. Tambang Tumpang Pitu yang berada di wilayah Banyuwangi cukup merusak lingkungan sekitar baik jangka panjang maupun jangka pendek. Dalam jangka pendek saat fase konstruksi di tumpang pitu terjadi pencemaran serta penggundulan lahan di tumpang pitu, sehingga tumbuhan sebagai penghijau serta penghasil oksigen dibabat,” kata Usman, Selasa (4/10/2016).

Koordinator Akasi Usman menambahkan, manusia bisa hidup tampa tambang, untuk itu, PMII Banyuwangi  mendesak DPRD dan Pemerintah Banyuwangi menutup  tambang emas di Gunung Tumpang Pitu.

Mereka juga menuntut kawasan Gunung Tumpang Pitu dijadikan kawasan yang  bermanfaat serta berguna untuk masyarakat Banyuwangi. Sebab jika kawasan Gunung Tumpang Pitu tidak ditambang, selain tidak merusak lingkungan juga bermanfaat bagi kehidupan lain.  seperti dijadikan lokasi ketahanan pangan Banyuwangi.

Sementara itu anggota dewan Salimi mengatakan akan meneruskan aspirasi mahasiwa itu kepada ketua DPRD Banyuwangi. Sebab dia tidak bisa memutuskan permintaan para mahasiswa tersebut  tanpa ada intruksi dari pimpinan dewan.

PT Bumi Suksesindo akan segera memproduksi emas di Gunung Tumpang Pitu Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi pada akhir tahun 2016 ini. Untuk tahap pertama yang akan dimulai pada akhir 2016 tersebut kapasitas produksi sekitar 2 juta ton per tahun dengan kandungan emas 0,9 gram emas per ton.

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!