Surat imbauan dari Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi agar pengurus Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) pasar Minggu untuk sementara menghentikan kegiatan di gereja yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa.


KBR, Jakarta - Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi mengatakan kelompok warga tertentu masih bersikeras menolak kehadiran Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Hal itu disampaikan Tri Kurniadi bertemu dengan kelompok warga itu yang berakhir siang tadi. Pertemuan, kata dia, tidak melibatkan pihak GBKP di Pasar Minggu.


"Intinya masyarakat ngga setuju itu aja, minta pemerintah supaya menutup nggak ada kegiatan itu, itu aja. (Mediasi dilakukan antara yang tidak setuju dengan pihak gereja atau cuma warga saja?) Wargalah, dengan warga. Warga kan sudah pasang spanduk di depan penolakan. (Jadi waktu mediasi tidak dihadiri pihak gereja ataupun yang setuju, cuma yang kontra saja?) Bukan tidak dihadiri. sebenarnya perjanjian dengan warga mulai dari 22 Juni pengurus gereja diberikan kesempatan 3 bulan sampai 26 september boleh melakukan kegiatan ibadah. Nah setelah sampai 26 September perjanjiannya selesai to," ujar Tri kepada KBR (02/10/2016).

Tri menambahkan, ia telah berupaya mengeluarkan surat yang bertujuan untuk meredam keributan. Ia menyuruh pihak gereja menggunakan kecamatan untuk kegiatan ibadah Hari Minggu. Ia pun mengungkap akan kembali menggelar pertemuan Hari Senin besok untuk mencari solusi.

"Ya, kita mau nanti mungkin senin kita rapat lagi, kita cari solusinya (dengan siapa pak?) Ya dengan pihak gereja, Dandim, Polres, semua, kantor agama kita undang lagi, kita cari solusilah, kita bantu," pungkasnya.

Baca: Liput Aksi Penolakan Pembangunan Gereja di Pasar Minggu, Reporter KBR Dihalangi Massa Intoleran

Sekelompok warga berusaha meminta jemaat Gereja GBKP, Pasar Minggu untuk menghentikan aktifitas keagamaannya. Pasalnya menurut salah seorang demonstran Munadi, gereja tersebut tidak memiliki izin. Selain itu kata dia, Walikota Jakarta Selatan juga sudah mengeluarkan surat resmi terkait permintaan penghentian aktifitas keagamaan dibangunan tersebut sampai syaratnya terpenuhi. 

Baca juga:


Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!